Senin, 01 September 2014

Equal Employment Opportunity



A. The Civil Rights Act Of 1991.

Perundang-undangan menghindari diskriminasi terhadap anggota-anggota kelompok minoritas di amerika serikat bukan merupakan hal baru. Sebagai contoh amandemen kelima dalam konstitusi AS menetapkan bahwa tidak ada orang yang akan kehilangan hidup, kemerdekaan, atau hak milik tanpa proses hukum. Amandeme ketigabelas menyatakan perbudakan tidak sah dan telah digunakan oleh pengadilan untuk menghambat diskriminasi rasial. Amandemen keempatbelas mengilegalkan negara bagianmanapun untuk membuat atau menjalankan undang-undangapapun yang mempersingkat hak istimewa dan kekebalan warga negara amerika serikat. Dan pengadilan pada umumnya sudah memandang undang-undang ini sebagai penghambatan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin atau negar aasal juga ras. Undang-undang lain seperti juga keputusan-keputusan pengadilan membuat diskriminasi terhadap minoritas menjadi ilegal sejak awal sekali peralihan abad. Tetapi sebagai satu hal praktis congress dan banyak presiden merasa enggan untuk mengambil tindakan dramatik terhadap masalah kesamaan peluang kerja sampai awal 1960 an. Dalam hal ini mereka akhirnya didorong untuk bertindak pertama-tama sebagai akibat dari kegelisahan sipil dikalangan minoritas dan wanit ayang akhirnya menjadi terlindungi oleh perundang-undangan kesamaan hak yang baru dan perwakilanpewakilan diciptakan untuk mengimplementasikan dan menjalankannya. 


B. Civil Right Act 1964

Apa yang dikatakan oleh undang-undang pasal VII dari undang-undang hak sipil 1964 adalah salah satu yang pertama dari undang-undang baru ini. Pasal VII menetapkan bahwa seorang majikan tidak dapat melakukan diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, atau negeri asal individu tersebut. Membatasi, memisahkan atau 11 mengklasifikasikan karyawannya atau pelamar-pelamar untuk pekerjaan sedemikian sehingga akan memperkecil peluang individu mana saja dari peluang-peluang kerja atau sebaliknya mempengaruhi secara merugikan statusnya sebagai karyawan, karena ras, warna kulit, agama, jenis kelamin atau negara asal.


C. Equal Pay Act 1963
Undang-undang pembayaran yang sama tahun 1963 membuat tidak sahnya diskriminasi dalam pembayaran berdasarkan pada jenis kelamin bila jabatan-jabatan itu menuntut pekerjaan yang sama, keterampilan, usaha, dan tanggung jawab yang sama dan dijalankan dalam kondisi kerja yang sama. Akan tetapi perbedaan-perbedaan dalam pembayaran itu tidak melanggar undang-undang jika perbedaan itu didasarkan pada sebuah sistem senioritas, jasa, sebuah sistem yang mengukur perolehan berdasarkan kuantitas atau kualitas produksi atau suatu pembedaan yang didasarkan pada faktor apa saja selain jenis kelamin.


D. Age Discrimination In Employment Act 1967
Diskriminasi usia dalam undang-undang kerja tahun 1967 membuat tidak sah pendiskriminasian terhadap karyawan atau pelamar pekerjaan yang berusia antara 40 dan65 tahun. Ketika diamandemenkan oleh congress pada tahun 1978 undang-undang memperluas proteksi sampai ke usia 70 tahun untuk kebanyakan pekerja dan tanpa batas paling tinggi untuk karyawan pemerintah federal. 

Sebuah pengaturan pengadilan tinggi tahun 1973 menegaskan bahwa kebanyakan perwakilan negara bagian dan lokal ketika bertindak dalamperan sebagai majikan harus juga taat pada provisi dari undang-undang yang melindungi karyawan dari diskriminasi usia.Tindakan-tindakan berikutnya oleh congress telah menghapuskan 70 tahun sebagai batas usia tertinggi secara efektif mengakhiri kebanyakan kewajiban pengunduran diri. 

Seperlima dari tindakan-tindakan pengadilan yang disimpan oleh EEOC adalah kasus ADEA. Undang-undang ini adalah undang-undang kesayangan di kalangan karyawan dan ahli hukum karena memungkinkan pemeriksaan hakim dan menggandakan kerugian bagi mereka yang menunjukkan diskriminasi yang disengaja.


E. Vocational Rehabilitation Act 1973
Undang-undang rehabilitasi kejuruan 1973 meuntut karyawan dengan kontrakkontrak federal untuk mendapatkan tindakan afirmatif untuk pekerjaan dari orang-orang yang cacat. Undang-undang ituntidak menuntut bahwa seorang pribadi yang memenuhi persyaratan dipekerjakan. Ynag dituntut adalah bahwa seorang majikan mengambil langkah untuk menampungseorang pekerja cacat kecuali jika dengan melakukan itu dia membawa suatu kesukaran yang tidak semestinya pada majikan. Sebuah pengadilan distrik federal baru-baru ini menegaskan bahwa kerusakan sebagai imbalan untuk kerugian keuangan masa depan, kesulitan emosional, penderitaan, ketidaknyamanan, tekanan mental, kehilangan kegembiraan hiduop dan kehilangan non keuangan lain tersedia di bawah undang-undang rehabilitasi tahun 1973.


F. Vietnam Era Veterans’ Readjustment Assistance Act 1974.
Ketentuan dari undang-undang penyesuaian diri kaum veteran era vietnam 1974 menuntut bahwa para majikan dengan kontrak pemerintah atau lebih mengambil tindakan afirmatif untuk mempekerjakan dan memajukan veteran penyandang cacat dan veteranveteran yang memenuhi sarat dari era perang vietnam. Undang-undang itu diatur oleh OFCCP.


G. Pregnancy Discrimination Act 1978
Congress mengesahkan undang-undang diskriminasi kehamilan tahun 1978 sebagai suatu amandemen terhadap undang-undang hak sipil 1964 Undang-undang itu memperluas definisi tentang diskriminasi jenis kelamin yang mencakup kehamilan, kelahiran bayi atau kondisi medis terkait. Undanundang tersebut juga menghambat penggunaan semua ini untuk diskriminasi dalam mempekerjakan karyawan, promosi, penskorsan atau pemutusan hubungan pekerjaan. Pada dasarnya undang-undang mengatakan bahwa jika seorang majikan menawarkan jaminan kepada karyawannya yang tak mampu, kehamilan atau kelahiran bayi harus diperlakukan seperti ketidakmampuan lainnya dan harus termasuk dalam rencana sebagai suatu kondisi yang dijamin. 13 Pengadilan tinggi AS mengatur dalam california federal savings and loan association. 

Bahwa seorang majikan tidak menawarkan cuti ketidakmampuan kepada siapapun karyawannya dia dapat memberikan cuti hamil keopada seorang wanita yang memintanya bila dia tidak mampu karena kehamilan, kelahiran bayi, atau kondisi medis terkait walaupun pria tidak mendapatkan kesejahtraan sebanding. Keputusan pengadilan Tinggi seperti Wards Cove dan Patterson memiliki efek yang membatasi perlindungan terhadap wanita dan kelompok minoritas dibawah undangundang employment yang sama, ini mendorong Congress untuk mengajukan Undangundang hak sipil yang baru pada tahun 1991. Undang-undang Hak sipil 1991 (CRA 1991) kemudian disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden bush pada bulan november 1991. Efek dasar CRA 1991 adalah untuk membalikkan beberapa keputusan pengadilan tinggi AS. Selanjutnya efeknya tidak hanya sekadar memutar kembali jarum jam kesaat keputusan-keputusan pengadilan tinggi ini terjadi. Efeknya adalah menambah perundangundangan tambahan yang membuatnya bahkan lebih penting sehingga karyawan dan manajer serta penyelia mereka taat baik kepada semangat maupun huruf dari undang-undang EEO.

ISO 9001:2008 dan TQM (Total Quality Management)



Organisasi pengelola standard international ini adalah International Organization for Standardization yang bermarkas di Geneva – Swiss, didirikan pada 23 February 1947, kini beranggotakan lebih dari 147 negara yang mana setiap negara diwakili oleh badan standardisasi nasional (Indonesia diwakili oleh KAN).

ISO 9001 merupakan standard international yang mengatur tentang sistem management Mutu (Quality Management System), oleh karena itu seringkali disebut sebagai “ISO 9001, QMS” adapun tulisan 2008 menunjukkan tahun revisi, maka ISO 9001:2008 adalah system manajemen mutu ISO 9001 hasil revisi tahun 2008. Sejak tahun 1946 federasi ISO memiliki visi untuk membuat satu standar Pemastian Mutu (Quality Assurance) yang dikemudian hari juga dikenal dengan istilah Sistem Manajemen Mutu (Quality Manajemen System).

Bersamaan dengan promosi dan implementasi ISO 9000 versi 1994 secara global, ISO terus melakukan perbaikan terhadap ISO 9000 versi 1994. Sejumlah alasan dari upaya ini antara lain; adanya kebutuhan akan peningkatan kepentingan pengguna ISO 9000 dan pelanggannya, manajemen yang berorientasi kepada proses, peningkatan orientasi pada industri manufaktur, terlalu banyak standar manajemen dan pedoman yang digunakan, dan keinginan meningkatkan dari sekedar sertifikasi kearah Perbaikan Kinerja (Performance Improvement). 

ISO 9000:2000 juga melebur ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003 menjadi satu standar persyaratan pemastian mutu yaitu ISO 9001:2000. Sebelumnya pemilihan penggunaan standar persyaratan pemastian mutu didasarkan pada model aktifitas/proses tertentu yang dilakukan oleh perusahaan. Untuk perusahaan yang melakukan aktifitas desain/pengembangan, produksi (pengendalian proses), instalasi/pembelian dan servis harus menggunakan ISO 9001. Sementara untuk perusahaan yang tidak melakukan aktifitas desain, dan hanya melakukan aktifitas produksi, instalasi dan servis harus menggunakan ISO 9002. Berdasarkan ISO 9000:2000 semua perusahaan tanpa memperhatikan aktifitas yang dilakukan dan produk yang dihasilkan cukup menggunakan satu standar persyaratan pemastian mutu (persyaratan sistem manajemen mutu) yaitu ISO 9001:2008

ISO 9001:2008 lebih memfokuskan diri terhadap Perbaikan Kinerja, penggunaan struktur baru yang didasarkan pada Pendekatan Proses (Process Approach), pengurangan prosedur terdokumentasi, penekanan pada pemenuhan kepuasan pelanggan, analisa data untuk perbaikan dan peningkatan kesesuaian dengan standar Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001).




KOMENTAR ARTIKEL :

Dalam persaingan global, agar perusahaan/organisasi dapat berkembang dan tentu saja untuk bertahan hidup, perusahaan harus mampu menghasilkan produk barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang bersaing dan pelayanan yang lebih baik pula dibanding dengan pesaing-pesaingnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutu dalam semua aspek yang berkaitan dengan produk tersebut, yaitu tenaga kerja yang kompeten, promosi yang efektif dan layanan yang memuaskan pelanggan. Sehingga mampu memikat konsumen yang akhirnya akan meningkatkan jumlah konsumen dan menjadi pelanggan yang setia. Kondisi mutu yang seperti inilah yang disebut pengendalian mutu secara menyeluruh (Total Quality Management).

Dalam perusahaan/organisasi, terdapat hubungan yang erat antara kualitas produk (barang/jasa), kepuasan pelanggan dan profit perusahaan. Semakin tinggi kualitas suatu produk, makin tinggi pula kepuasan pelanggan dan dengan waktu yang bersamaan akan mendukung harga yang tinggi dengan cost yang rendah. Oleh karena itu sistem perbaikan kualitas bertujuan untuk menaikkan laba perusahaan. Sistem TQM ini merupakan dasar dari manajemen didalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Suatu perusahaan/organisasi yang sedang menerapkan sistem TQM bila ingin mendapat sertifikasi untuk Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau ISO 14001 akan lebih mudah dalam proses sertifikasinya dibandingkan dengan perusahaan yang belum menerapkan sistem TQM. Hal ini akan menjadi nilai tambah yang positif karena terjadi penghematan biaya dalam pengelolaan administrasi dan manajemennya.

PRODUK BANK BCA “FLAZZ” DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP E-MONEY


Tugas Kelompok Bisnis Pengantar, empat tahun yang lalu...


Selama ini masyarakat sudah punya beberapa alat pembayaran seperti kartu debet, kartu kredit, check dan lain lain. Namun, ada satu lagi untuk pembayaran mikro yang belum tersentuh oleh teknologi, yaitu pembayaran yang kecil-kecil seperti untuk parkir, tol atau tiket. Pembayaran mikro ini karakteristiknya melayani banyak orang, frekuensinya sering, sehingga membutuhkan pelayanan cepat. Di luar negeri sudah ada produk semacam ini seperti produk Octopus di Hongkong, Touch and Go untuk pembayaran tol di Malaysia dan di Singapura untuk pembayaran MRT dan bus. 

Belum lama ini sebuah bank swasta nasional Indonesia memperkenalkan produk terbaru yakni dompet elektronik (e-purse), yang dapat mengakomodasi pembayaran mikro yang belum tersentuh teknologi tersebut. Dompet elektronik ini berbeda dengan kartu kredit dan kartu ATM. Bedanya bila kartu debit dan kartu ATM memerlukan otorisasi yang melibatkan jasa telekomunikasi, tidaklah demikian dengan dompet elektronis ini yang berisi kartu chip. Semua informasi tentang nasabah dan nilai uang tersimpan dalam kartu tersebut. 

Apa yang dikembangkan sebuah bank swasta nasional dengan dompet elektronisnya adalah gambaran tren pembayaran elektronis ke depan yang disebut dengan Electronic Money (e-money). Yang dimaksud e-money adalah produk prepaid dimana sejumlah nilai uang tersimpan dalam peralatan elektronis. Nominal uang yang tersimpan secara elektronis dilakukan dengan menukarkan sejumlah uang atau melalui pendebitan rekening bank yang lalu disimpan dalam peralatan elektronis tadi. 

Dengan peralatan elektronis yang sudah tersimpan dana, si nasabah dapat melakukan transaksi di sejumlah pedagang atau biasa disebut merchants. Nilai nominal dana yang tersimpan dalam e-money bisa berkurang atau bertambah tergantung pemakaian. Dan jika sudah mengecil nilai nominalnya bisa diisi ulang. Pemakaian e-money tak memerlukan proses otorisasi dan tidak terkait langsung dengan rekening nasabah di bank. Sehingga pembayaran yang dilakukan melalui e-money tidak dibebankan kepada rekening nasabah di bank.


Kelebihan E-Money

Diperkirakan pemakaian e-money di masa datang berpotensi menggeser peran uang tunai dalam transaksi pembayaran bersifat retail. Pemakaian e-money akan memberikan kelebihan dibanding dengan memakai uang tunai dan alat pembayaran non-tunai lainnya. Misalnya, lebih cepat dan nyaman dibanding memakai uang tunai khususnya transaksi bernilai kecil, sebab si nasabah tak perlu mengeluarkan uang pas atau menerima kembalian. Selain itu pemakaian e-money tidak ada kesalahan hitung pengembalian uang saat melakukan transaksi. 

Kelebihan lain e-money adalah waktu yang diperlukan menyelesaikan transaksi jauh lebih singkat dibandingkan transaksi dengan kartu debit, kartu kredit atau ATM. Sebab, pemakaian e-money tak memerlukan otorisasi on-line, tanda tangan atau memasukkan kode PIN. Dengan transaksi off-line biaya dapat dikurangi. 


E-Money Sebagai Pengganti Uang Kecil

E-money memang tidak bertujuan untuk mengganti uang kecil secara total. Tapi begitu masyarakat sudah tertarik menggunakan e-money untuk payment, maka mereka tidak perlu lagi membawa uang receh, cukup menyentuhkan e-money pada sensor alatnya. Untuk tol, pelayanan tol lebih cepat dan efisien, sehingga cash & link tol tidak terlalu mahal.

Dengan model e-money, masyarakat yang tidak punya rekening tetap bisa bertransaksi. Dengan membeli e-money dengan sejumlah uang cash, maka pembeli bisa membelanjakannya sebesar uang tersebut dengan mendebetnya tiap kali transaksi di merchant tertentu atau untuk pembayaran mikro seperti pembayaran tol, naik kereta atau parkir. Untuk pembayaran mikro, tampaknya masyarakat akan diuntungkan karena diperoleh efisiensi waktu pembayaran. Nah, siapapun yang akan bermain di area ini, diharapkan akan berdampak signifikan pada efisiensi waktu, setidaknya antrean panjang pada gerbang tol dapat terus diminimalisir.


Produk Bank BCA “FLAZZ”

Kartu Flazz BCA merupakan alat pembayaran multifungsi tercepat pertama di Indonesia. Menggunakan teknologi chip dan RFID (Radio Frequency Identification), Kartu Flazz pantas untuk disebut sebagai kartu prabayar multifungsi dengan teknologi terkini. Kartu Flazz berbeda dengan kartu kredit dan kartu debit. Bila otorisasi transaksi pembayaran kartu kredit dan debit dilakukan secara online di pusat data bank, otorisasi transaksi untuk kartu Flazz dilakukan langsung di chip di kartu Flazz itu sendiri. Pengisian ulang saldo (top up) pun mudah, cukup membawa Kartu Paspor dan Kartu Flazz ke ATM Non-tunai BCA serta merchant-merchant berlogo Flazz Isi Ulang. Minimum top up Rp 100.000, dan maksimum saldo yang dapat tersimpan di kartu maksimum Rp 1 juta. 

Kartu Flazz menawarkan kecepatan, kemudahan, kepraktisan bertransaksi. Cepat, karena transaksi pembayaran diselesaikan dalam hitungan detik dengan proses kerja contactless (tidak perlu digesek seperti kartu kredit, cukup diletakkan di mesin reader). Mudah, karena tidak perlu menginput PIN. Praktis, karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, juga tidak perlu menyimpan uang receh lagi. Selain itu, murah, karena tanpa biaya transaksi. Keuntungan lain, terhindar dari risiko kesalahan hitung dan uang palsu karena tidak terjadi transaksi tunai. Kemudahan bagi merchant, tidak perlu sedia uang kembalian, mempercepat layanan karena tidak perlu mengecek keaslian uang dan menghitung uang saat transaksi, pula tidak perlu menyimpan uang dalam jumlah besar.

Pengelolaan Small-Business Batik Motif Khas Jogja di Daerah Jember dan Sekitarnya



Makalah Pengalaman Bisnis; Bisnis Pengantar


Seperti dalam definisi bisnis kecil, bisnis yang dimiliki dan dikelola secara mandiri serta tidak mendominasi pasarnya, bisnis yang saya jalani ini adalah bentuk bisnis eceran pakaian batik yang bermotif khas jogja yang saya pasarkan di daerah Jember, Jawa Timur dan daerah sekitarnya seperti Banyuwangi dan Lumajang yang dirintis pada Januari tahun 2009 hingga sekarang. Bisnis ini merupakan bisnis keluarga, karena hanya dikelola oleh saya dan kakak saya, serta dibantu satu orang pegawai.


Peluang Bisnis

Adanya peraturan daerah Kabupaten Jember yang mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil dan pegawai swasta untuk mengenakan batik setiap hari Jum’at merupakan titik awal berdirinya bisnis kecil ini. Pada saat itu hanya ada satu pengecer/toko yang menjual batik, Toko Yogaya Jember, yang segmentasi barangnya adalah pakaian batik motif Madura dengan kualitas serta harga yang tinggi. Tentunya ini menjadi peluang, mengingat tidak semua pegawai negeri sipil dan pegawai swasta berkeinginan untuk membeli batik Madura. Setelah melakukan riset non-formal, kebanyakan dari mereka mengeluh mengenai keterbatasan pilihan pakaian batik. 

Karena mengetahui saya dan keluarga kakak saya (yang bermukim disana) adalah orang Jogja, ada yang menitipkan sebagian uang mereka untuk dibelanjakan batik motif khas Jogja yang lebih bervariasi dan harganya juga lebih murah dengan kualias yang sama. Hal inilah yang mendasari awal berdirinya bisnis kecil ini.


Pemerolehan Barang Dagangan

Pembelian barang dagangan untuk dijual kembali dilakukan di pasar Beringharjo Yogyakarta, dengan pembelian sistim gandokan. Sistem gandokan adalah pembelian satu pasang pakaian batik yang bermotif sama. Hal ini untuk menciptakan kesan eksklusif karena hanya terdapat dua potong pakaian batik yang bermotif sama. Saya juga mengemas kembali baju batik tersebut dengan logo sendiri, namun tetap menjaga logo produsen aslinya agar memudahkan apabila terjadi retur barang dagangan.

Beberapa kios pakaian batik yang berada di Pasar Beringharjo menjadi langganan saya dalam memperoleh barang dagangan. Hal ini mempermudah saya dalam mendapatkan harga yang wajar serta pemilihan motif dan mode yang sedang diminati konsumen. Selain itu, apabila pada kios tersebut terdapat stok pakaian dengan motif atau mode tertentu, mereka menghubungi saya untuk melihat pakaian tersebut.

Dikarenakan pasar dari bisnis ini berada kurang lebih 500 km dari tempat mendapat barang dagangan, diperlukan angkutan atau pengiriman. Proses pengiriman barang dagangan ini menggunakan jasa transportasi bis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), yang sekali pengiriman kurang lebih lima kodi atau seratus potong dikenai biaya lima puluh ribu rupiah. Berarti harga pengiriman per potong seharga lima ratus rupiah. Nominal yang tergolong kecil bagi biaya angkut atau biaya pengiriman.


Pengalaman Pertama

Bisnis kecil ini merupakan bisnis pertama saya. Sehingga pengalaman yang saya miliki tentunya sangat terbatas. Bersama kakak saya, saya memulai bisnis ini. Mulai dari promosi yang sangat kurang, menawarkan barang dagangan secara tradisional, hingga sistem pembayaran secara cicilan yang jarang digunakan.

Awal mula promosi bisnis ini adalah mulai dari words of mouth, sehingga saya tidak mengeluarkan biaya yang banyak intuk promosi bisnis ini. Selain itu, kakak saya yang bekerja pada perusahaan swasta disana mulai menawarkan barang dagangan tersebut kepada rekannya dan direspon baik. Sekali membawa barang dagangan yang awalnya berjumlah satu lusin, ketika pulang hanya membawa sisa tiga sampai lima baju. Begitu pula dengan istrinya yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, hal ini juga direspon postif tetapi terdapat sedikit perbedaan dalam proses pembayaran yang pembayarannya dengan sistim cicilan setiap arisan kantor.

Untuk penetapan harga barang dagangan, saya menyesuaikan dengan kondisi persaingan harga dan kualitas yang ada di daerah tersebut. Sementara ini, untuk pembelian secara tunai, saya mengambil keuntungan sebesar 15% dari harga pokok pembelian. Sedangkan untuk pembelian secara cicilan, saya mengambil keuntungan sebesar 25% dari harga pembelian. 


Produk Batik

Produk batik motif khas Jogja yang beragam cukup diminati konsumen. Motif batik Cuwiri, batik Sido Mukti, batik Kawung, batik Pamiluto, batik Parangkusumo, batik Ceplok Kasatrian, batik Nitik Karawitan, batik Truntum, batik Ciptoning, batik Tambal, batik Slobog, batik Parang Rusak Barong, batik Udan Liris serta banyak motif batik lainnya. Batik yang terkenal akan filosofinya ini menjadi daya tarik tersendiri selain karena kurangnya pilihan akan batik yang dijual disana. Batik yang biasanya untuk acara formal ini ternyata banyak yang mengkreasikan menjadi pakaian batik yang cocok untuk digunakan setiap harinya. Beragam mode dan gaya pakaian berbahan dasar motif batik khas Jogja banyak ditemui di pasar Beringharjo tersebut, sehingga tidak menjadi masalah dalam hal pembelian barang dagangan.

Mode dan gaya selalu berkembang, menciptakan beragam pakaian berbahan dasar motif batik khas Jogja tersebut. Pemilihan mode dan gaya menggunakan informasi yang up-to-date yang dapat diperoleh dari berbagai media fashion. Tentunya karena segmentasi pemasaran batik ini sementara adalah untuk pekerja kantoran, pegawai negeri sipil dan pegawai swasta, pemilihan mode dan gaya baju tak mengesampingkan keformalan yang biasa digunakan untuk bekerja, seperi berkerah, lengan panjang, dan lain-lain.

Berjalannya waktu membuat produk yang diinginkan konsumen semakin beragam. Tidak terbatas pada bauran pemasaran pekerja kantoran yang diwajibkan menggenakan batik setiap hari Jum’at. Produk yang diinginkan konsumen menjadi lebih beragam seperti baju batik untuk anak-anak dengan beragam mode dan gaya, maupun kaos-kaos batik bergambar wayang, serta berbagai aksesoris berbahan dasar motif batik sepeti tas ibu-ibu, tas sekolah, sandal, dan sebagainya.

Adanya produk sarimbit (pasangan) pakaian bermotif batik makin diminati oleh konsumen. Bagi pasangan muda maupun keluarga, tersedia pakaian batik dengan motif yang sama bagi anggota keluarga. Hal ini tentunya diminati untuk dipakai pada momen-momen khusus, seperti pesta pernikahan, atau hari besar keagamaan.


Pemasaran dan Showroom Kecil-kecilan

Selain dikarenakan belum tersedianya tempat yang strategis untuk membuka toko, sistim pemasaran yang saya gunakan pada akhirnya adalah sistim cicilan arisan. Karena setelah bisnis berjalan cukup lama, sistem pembayaran yang lebih banyak diminati adalah sistem cicilan atau sistem arisan. Sementara ini, sebuah ruangan di kediaman kakak saya, saya ubah menjadi ruang display sederhana dan tempat penyimpanan persediaan barang dagangan yang akan dijual. Walaupun sederhana dan kediaman kakak saya tidak berada pada lokasi yang strategis, setiap minggunya ada beberapa konsumen yang datang untuk melihat dan membeli barang dagangan tersebut.

Setelah bisnis berjalan cukup lama, sistim cicilan per arisan maupun per bulan merupakan cara yang efektif dalam memasarkan barang dagangan. Selain itu hal ini juga menguntungkan karena laba yang diperoleh lebih tinggi daripada pembelian secara langsung. Pada setiap arisan, saya atau kakak saya bersama seorang pegawai yang saya miliki datang dengan membawa buku katalog dan beberapa potong barang dagangan. Jika ada konsumen yang ingin membeli barang dagangan saya, maka bendahara arisanlah yang berkewajiban mengurusi sistem cicilan tersebut. Misalnya dengan mengangsur sekian rupiah per tiga bulan, atau sekian rupiah per enam bulan.

Konsumen saya tak terbatas pada anggota arisan itu saja. Banyak anggota arisan yang bercerita tentang bisnis kecil saya kepada rekan-rekan mereka, sehingga promosi mulut-ke-telinga turut mempengaruhi. Anggota arisan tersebut membawa rekannya yang berminat ke kediaman kakak saya dan melihat sendiri barang dagangannya.

Walaupun dengan sistem pemasaran yang sederhana seperti itu, bisnis kecil ini terus berjalan dan malah mempunyai ciri khas sebagai penjual pakaian batik motif jogja yang khas akan sistem pembayarannya yang berupa kredit atau cicilan. Banyak konsumen yang merasa pembelian sebuah produk yang dibeli secara cicilan, terasa lebih ringan walaupun harga dasarnya lebih mahal daripada pembelian tunai. 

Adanya kebiasaan konsumen setempat untuk membeli barang dengan sistem cicilan pula turut menjadikan pemasaran barang dagangan ini menjadi lancar. Walaupun arus kas yang cenderung lambat karena sistim kredit, namun hal ini dapat diatasi dengan menambahkan modal, dan mengikuti pola kebiasaan konsumen setempat dengan memberi inovasi-inovasi sistem kredit. Salah satu contohnya dengan memberikan jangka waktu lebih lama dari tiga bulan apabila pembelian mencapai lima ratus ribu rupiah.


Kelanjutan Bisnis Ini

Pencatatan siklus akuntansi dari bisnis kecil ini masih sangat sederhana, hanya sebatas pengetahuan yang saya dapatkan pada pelajaran akuntansi di jenjang pendidikan sekolah menengah atas, pada saat awal pendirian dahulu. Maka pencatatan ini hanya mencakup pencatatan harian, sirkulasi barang dagangan, pencatatan utang-piutang, dan laporan laba rugi. Bertambahnya pengalaman akan bisnis ini dan waktu yang berjalan pada akhirnya membuat pencatatan siklus akuntansi saat ini lebih fleksibel dan efisien.

Modal yang digunakan juga tidak begitu besar. Sehingga, jumlah barang dan perputaran uang dan barang menjadi hal yang diandalkan untuk kontinyuitas bisnis kecil ini. Sebisa mungkin perputaran barang dagangan berjalan singkat, sehingga perputaran uangpun menjadi lancar. 


Dalam pengelolaan bisnis kecil ini, sementara tidak mengalami kendala yang berarti. Namun demikian, saya belum akan menjadikan bisnis kecil ini lebih berkembang dan dapat mendominasi pasar di daerah Jember, Jawa Timur, dan daerah sekitarnya. Yang akan saya lakukan dalam waktu kedepan adalah memantapkan bentuk sistem manajemen yang baik bagi sistem pemasaran dan regulasi bisnis kecil saya.

Students, Free Time and Small Business



English Class, sample of academics writing


As students, teenagers in Indonesia have a lot of free time beside their time to school. They do not have many tasks from school. Usually, they use their free time to hang out with their friends or spend it to gather with their family. They can also spend their money to go shop, watching movie, karaoke, or things that can make them happy. But, not all of their activities give them benefit. They have more activities that more beneficial.

As a choice, they can do other things. They can do what they like, but they also get the benefit from it. For example, they can go for sport for their healthy. “Leisure time sports are form of physical activity in leisure under a time perspective. It comprises sport after work, on weekends, in vacations, in retirement, or during periods of unemployment” (Herbert, 1994). They do not need to practice sport in the expensive place or in the gymnasium. They can go jogging or doing other exercises. 

In the other hand, they also can make small business, the most beneficial from the financial side. They can practice it with their family or friends. “Small business is business with relatively little influence in its market” (Ebert, 2007). So it is easy to enter the small business market although they are still teenager. They do not need to be afraid because they have some criteria to be a small business owner.

There are many choices to make small business owner. They can resell some product and get the profit from the margin of the goods. Or they can make some product by themselves and sell it as brand new. There is not difficult. They can choose what product that they like. For example, someone who loves chocolate so much can make small home industries which produce some variety of chocolate. Or someone who loves soccer so much can sell the soccer uniform of each team to other people that loves soccer too.

Become a reseller is one of the choice of small business. It takes low effort to produce the goods to be sold. They only have to buy the product in grocery store, then repackage or make this goods to be sold attract people to buy the product. They do not need to make something new.

This activity can be alternative to have a beneficial free time. Besides they can spend their free time to positive one, they also get benefit from it. For them who choose to have small business, they will get some additional money from it. They also get the experience of having small business and who knows if from these experiences they will be a real business person.



Works Cited:
Herbert, Hagg. Sports and Souls: Leisure Time Sports. New York: New York Times, 1994. Print.
Ebert, Griffin. Business Essential: Entrepreneurship and Business Ownership. New Jersey: Pearson Education, 2007. Print.

Selasa, 17 Desember 2013

Miss Me?

lamaaaaa banget ga buka blog, begitu buka udah penuh sarang laba-labanya hahah... I'll come back soon, aku kangen nulis n nge-post tugas tugas kuliahku disini. tambah lagi laptopku rusak, sekarang aku pake laptop pinjaman dari someone specialku, hihihi...


I'll come back soon, I promise :)

Selasa, 18 Juni 2013

My English Extension Course Final Exam!



TAKE HOME EXAM
CROSS CULTURAL UNDERSTANDING A
DR. A. HERUJIANTO, M.A.


Ardiyani Sawitri Dewi
St. Number: 110000211 


***

Topic: In some cultures, “privacy” means “alones” or “loneliness”. “Privacy” may have negative meanings for some people.


PRIVACY MAY HAVE NEGATIVE MEANINGS FOR SOME PEOPLE


The word of “privacy” has a meaning as state in which one is not observed or disturbed by other people, taken by Oxford dictionary. Privacy is the condition of a person to isolate him or herself from the society around him or her. A person who takes his or her privacy also can be interpret as circumscribing information about him or herself and therefore reveal him or herself selectively. Privacy is considered positive for people who have risen in the value of individualism. But, not every people have grown up with that value. Some people still think that privacy is negative, at least, because of two reasons.

First, some people would think negatively about privacy is because the assumption that they can be simply like spending time alone without interact with other people. In case of Indonesian culture for example, it would be strange if there is a person who likes to be alone while in its culture people love to get together with other people. Spending time alone or being alone can be regarded as an abnormality. People would feel pity to him or her, assuming that he or she can have no friends in his or her social life. They think that no one would accompany him or her so he or she has to be spending time alone. He or she is considered as reclusive person, which direct to negative behavior.

Second is about extreme application of privacy that he or she chooses to avoid socializing with other people. Again, in case of Indonesian culture which not learns about value of individualism, people will think that he or she is weird. From their point of view, socializing with other people is a need for people as social beings. If someone does not socializing or have friends, then who will help he or she if there is trouble with him or her. For example, if unluckily he or she suddenly got sick and need emergency immediate medical attention, who will help him? Remember that Indonesia doesn’t have a real social security and health department which can handle this situation well.

Privacy can be perceived as negative when people think about privacy but they still use different value of individualism, which have direct association with privacy. The boundaries and content about what is considered private differ among cultures and individuals, privacy should share the basic common themes. So, people who don’t learn about individualism value will not think that privacy is negative anymore.


***

Topic: In some cultures, “privacy” means “alones” or “loneliness”. “Privacy” may have negative meanings for some people.


PRIVACY MAY NOT HAVE NEGATIVE MEANINGS FOR SOME PEOPLE


When something is private to a person, it usually means privacy. In privacy, there is something within them that is considered special or personally sensitive. For people who have risen in the value of individualism, they really appreciate privacy. Privacy also can interpret as a value that affects many aspects of typically behavior and attitudes. Some people which not have grown up with that value would think that privacy is considered negative. But, if they have learned that value, privacy is not considered negative because of this reason.

Privacy doesn’t mean isolation or loneliness for them. This statement is true because they think that every single person needs a personal space. Personal space should be respected. Most of them have a strong sense of privacy in relation to keep the personal space. This is an aspect of personal courtesy. A person will try hard to protect this personal courtesy. He or she expects that his or her privacy will also be respected by others. Look for an example, if someone chooses to have a quiet Saturday evening at home, this will not be a strange thing for them. This is his or her choice and other people should understand and appreciate. Being alone in home at Saturday evening is not considered a weird thing for them. Another example is about the way of life in Americans home. Parents and children do not enter each others’ room without knocking first. They think they need to give people their privacy, even that they are family. 

This emphasis on privacy exists because individual feel that their needs of personal space must be respected. Privacy can be perceived as a positive right when people think about it as the right to control their personal space, information and make it private for each person. 


***

Topic: Americans are always willing to help with favors of problem such as education, family, and finances.


I AM WILLING TO HELP YOU, FRIEND!


In some cultures, a friend would spend as much time as possible with someone that have serious problem. They do this as a kind of the way to show their friendship. This is little bit different with Americans. They are always willing to help their friend’s problem, but they still have limitation in helping his or hers.

Americans give spaces to him or her, to solve his or her problem by him or herself first. After that, if he or she willing to have their help, Americans usually say “Let me know if there’s anything I can do to help.” When he or she asked for special request to help him or her problem, they would gladly give a help. They do this because they have high respect with his or her privacy to figure out a problem.

Another limitation Americans give is about refusing some case of problem. Why they refuse it? Simply, this is because many Americans feel uncomfortable when people become too dependent. So they refuse to help something. Do not assume that the friendship is over because they refuse to help something.

Moreover, they don't tell other people about the problems that friend is having. They realized that it will make him or her angry and less likely to trust them again. Trust is important thing for them. So, they do the best to keep secret about the substance of the problem.

In conclusion, it is important to realize that if an Americans behave differently such as giving restriction in their help. They are willing to help their friend, in other hand, foreigner friend should understand for the way they did. 


***

Topic: Americans are always willing to help with favors of problem such as education, family, and finances.


I AM NOT WILLING TO HELP YOU, FRIEND!


In any true friendship, a person is expected to show interest and concern in a friend’s problem. This is just the same with what Americans do. Americans are always willing to help their friend’s problem. But sometimes, what foreigner friend thinks about Americans help is less than his or her expectation, so he or she think that Americans are not willing to help them.

First reason is because Americans typical is only doing for a help on specific request. American may say, “Let me know if there’s anything I can do to help.” When the foreigner friend does not ask for specific request, they won’t do anything to help. Even to make sympathy call him or her. They will not make small talk or repeat the offers again. If Americans do not receive a specific request from their foreigner friend, they may feel that there’s nothing they can do.

Second reason is that Americans are not willing to help financial problem. Sometimes, foreigner friend doesn’t realize this situation. Because Americans offers friendliness to him or her, he or she thinks that it is able to ask them to help financial problem. For example, Americans with their sense of financial responsibility to their family, feel that helping foreigner friend’s financial problem is excessive, even he almost sure that he or she able to repay the money.

Other reason is Americans think that frequent visit for their friend who has problem is not necessary, while foreigner friend expect to get it. This may not hesitate to a dependence on a friend. Americans do not want to interfere with his or her problem. They prefer to give a friend privacy to solve his or her problem by him or herself.

Cross-cultural understanding about helping a friend becomes important to learn to make harmonic friendship. Neither person (both Americans and foreigner friend) did anything intentionally to end the friendship. Only because of this, misunderstanding expectation between them will lead to end their relationship.

Minggu, 16 Juni 2013

Masih Sama, Minutes Meeting



Yak masih sama, masih tentang weekly assignment yang aku harus buat se-semester ini. Boleh lah aku post lagi. Setidaknya menghargai hasil karya sendiri :)


Minutes Meeting Individu
Kelas Komunikasi Bisnis A
Kamis, 7 Maret 2013
Ruang T.101



I. Pendahuluan
Minutes meeting ini adalah rangkuman pertemuan keempat kelas Komunikasi Bisnis A dengan dosen pengampu Bapak Harimurti Subanar yang dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Maret 2013. Kelas dimulai pukul 10.30 dan diakhiri pukul 12.15. Pada pertemuan ketiga ini, dilakukan dua presentasi oleh kelompok yang telah dibagi pada minggu sebelumnya, yaitu kelompok lima dan kelompok enam. Kelompok lima membahas mengenai print and electronic message sedangkan kelompok enam membahas mengenai message format.


II. Materi
Kelompok lima membahas tentang pesan elektronik dan pesan tertulis. Terdapat empat tujuan pembelajaran yang dibahas dalam presentasi chapter ini. Tujuan pembelajaran pertama adalah identifikasi keuntungan dan kerugian dari pesan tertulis. Tujuan pembelajaran kedua adalah menggunakan tiga langkah proses untuk mengembangkan pesan bisnis yang efektif. Tujuan pembelajaran ketiga adalah menjelaskan bagaimana cara menentukan tingkat kosakata atau vocabulary dalam pesan bisnis. Tujuan pembelajaran keempat, atau yang terakhir adalah menjelaskan bagaimana mengembangkan pesan yang efektif dengan menggunakan basis internet.

Kelompok enam membahas tentang format surat dalam komunikasi bisnis. Presentasi chapter ini memiliki enam tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang pertama adalah menjelaskan tujuh bagian standar surat. Tujuh bagian standar surat ini bersifat formal dan baku. Tujuan pembelajaran yang kedua adalah menjelaskan penggunaan yang tepat dari bagian-bagian tambahan yang terdapat pada surat. Tujuan pembelajaran yang ketiga adalah membahas mengenai format surat yang menggunakan full block, modified block, dan simplified styles. Tujuan pembelajaran yang keempat adalah cara penulisan alamat amplop yang benar. Tujuan pembelajaran yang kelima adalah membahasan cara penulisan memo dan e-mail dengan baik dan benar. Terakhir, tujuan pembelajaran yang keenam adalah mendiskusikan karakteristik alat tulis yang tepat untuk surat, memo, dan amplop.


III. Analisis
Terdapat tiga langkah untuk mengembangkan bisnis pesan sederhana tapi penting bagi keberhasilan dalam berkomunikasi. Tiga langkah tersebut sebagai berikut:

Langkah 1 : Plan the Message. Perencanaan disini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan umum dan khusus untuk menilai situasi komunikasi, membangun tujuan primer dan sekunder, menganalisis penerima, memilih jenis pesan, memilih rencana organisasi, dan menguraikan pesan.
Langkah 2 : Draft the Message. Langkah kedua dalam mengembangkan pesan bisnis yang efektif ditulis adalah untuk menempatkan pikiran ke dalam rancanganan atau draft tertulis yang berfokus pada menyampaikan sesuatu daripada mengkhawatirkan tentang format, ejaan, tata bahasa, dan lain sebagainya.
Langkah 3 : Finalize the Message. Langkah ketiga dalam mengembangkan pesan bisnis yang efektif adalah merevisi, mengedit, dan proofreading dokumen. Perangkat lunak atau software pengolah kata dapat digunakan dalam proses ini.

Pada format surat dalam komunikasi bisnis, terdapat enam poin bagian surat yang dibahas. Pertama, penggunaan untuk bagian tambahan dari surat atau attention line yaitu mengarahkan surat itu kepada orang yang dimaksud atau departemen yang dimaksud dalam suatu organisasi. Kedua adalah subject line, yaitu mengidentifikasi topik utama pada atention line. Ketiga, nama perusahaan di signature block yaitu muncul ketika surat itu digunakan sebagai kontrak. Keempat, enclosure notation yaitu menunjukkan lampiran selain surat tersebut yang turut dimasukkan dalam amplop. Kelima adalah copy notation. Ini mengidentifikasi jika terdapat orang lain yang seharusnya menerima surat itu. Terakhir, postscript, digunakan untuk menambahkan komentar pribadi atau untuk menekankan poin-poin penting yang dibahas dalam surat tersebut.


IV. Saran/Rekomendasi
Saran yang dapat diberikan kepada kedua kelompok ini tidak banyak karena materi yang diberikan dan cara penyampaiannya cukup menarik. Pengemasan presentasi yang baik membuat materi yang disampaikan kepada audience menjadi jelas. Namun terdapat pula kelompok yang terlalu bersemangat namun tidka mampu membawa suasana keseluruhan audience. Hanya audience yang duduk di depan yang mampu berinteraksi. Permasalahan lain yang muncul adalah materi yang banyak sedangkan durasi presentasi terbatas. Dalam penyajiannya, kedua kelompok ini melebihi batas waktu yang ditetapkan. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi kelompok lainnya dan dapat diatasi dengan cara kelompok presentasi pintar membagi waktu.

Spesial Buat yang Ambil Kelas Ini



Semester ini adalah semester keenamku, dan jujur aku udah mulai bosan dengan segala macam bentuk tugas yang diberikan. Salah satunya ini, ini adalah tugas membuat "Minutes Meeting" setiap pertemuan oleh seorang dosen kelas Komunikasi Bisnis. Hoho, buat temen-temen ato adek kelas yang mau ambil kelas ini, boleh sih direview, selama satu semester bakal bikin kayak gini mulu :) 



Minutes Meeting Individu
Kelas Komunikasi Bisnis A
Kamis, 28 Februari 2013
Ruang T.101


I. Pendahuluan
Minutes meeting ini adalah rangkuman pertemuan ketiga kelas Komunikasi Bisnis A dengan dosen pengampu Bapak Harimurti Subanar yang dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Februari 2013. Kelas dimulai pukul 10.10 dan diakhiri pukul 12.05. Pada pertemuan ketiga ini, dilakukan dua presentasi oleh kelompok yang telah dibagi pada minggu sebelumnya, yaitu kelompok dua dan kelompok tiga. Kelompok dua membahas mengenai komunikasi global dan multi-kultural sedangkan kelompok tiga membahas mengenai etika komunikasi bisnis.


II. Materi
Kelompok dua membahas mengenai komunikasi global dan multi-kultural. Bab ini mencakup latar belakang masyarakat dan pengalaman yang mempengaruhi pandangan mereka tentang dunia dan nilai-nilai, keyakinan, dan pola perilaku dianggap baik. Ini merupakan cerminan interpretasi dari filter budaya pada pesan yang diterima dan harapan interaksi perilaku yang dapat diterima. Kecuali jika menyadari bahwa perbedaan budaya mempengaruhi pemikiran dan perilaku, kesalahpahaman yang mungkin terjadi. Komunikasi membutuhkan pengertian antara pengirim pesan dan penerima pesan. Untuk menerapkan sudut pandang untuk komunikasi, analisis dari penerima pesan harus mencakup pengetahuan tentang pengaruh budaya. Inti dari dimensi budaya meliputi etnis, ras, jenis kelamin, usia, dan cacat. Yang harus dilakukan adalah mengakui bahwa individu-individu dalam budaya masing-masing memiliki persamaan dan perbedaan. Mempelajari tentang karakteristik umum budaya yang berbeda harus dilakukan, namun perlu juga mengakui bahwa individu-individu dalam suatu budaya tidak mencerminkan semua karakteristik umum tersebut. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif antar budaya memerlukan pemahaman dasar tentang budaya yang berbeda dan pengetahuan akan nilai-nilai individu dan kepentingan.

Kelompok tiga membahas mengenai etika komunikasi bisnis. Komunikasi yang etis berarti menentukan hal mana yang benar dan hal mana yang tidak benar untuk dilakukan dan menunjukkan keadilan dan menghormati penerima pesan. Menjadi benar dan jujur​​, adil dalam iklan, dan mengungkapkan semua informasi yang diperlukan untuk menghindari kerugian kepada orang lain adalah contoh dari praktik komunikasi etis. Perilaku etis ini berarti tidak hanya ada di dalam hukum tetapi juga konsisten dengan sistem nilai yang ada pada lingkungan sosial dan perusahaan. Sebuah kode etik publik mengumumkan nilai-nilai dan keyakinan organisasi dan membuat ekspektasi perusahaan sebagai bagian dari budaya kerja. Pembuatan panduan terutama ini untuk meningkatkan perilaku publik dan penghargaan publik untuk bisnis dan karyawan.


III. Analisis
Istilah “intercultural communication” sering digunakan untuk menjelaskan isu-isu komunikasi dalam arti yang luas. Ini akan selalu meningkat dalam organisasi yang tersusun atas individu dari bermacam-macam kepercayaan, sosial, etnik dan latar belakang pendidikan. Masing-masing dari individu tersebut membawa pengalaman dan nilai-nilai yang unik ke lingkungan tempat dia bekerja. Bisnis-bisnis yang mampu memfasilitasi komunikasi yang efektif, baik tertulis maupun lisan, antara anggota dari berbagai macam kelompok kebudayaan akan jauh lebih baik untuk berhasil. Organisasi atau perusahaan lain banyak yang membiarkan konflik-konflik meningkat dari perbedaan budaya kalangan internal perusahaan tersebut menjadi lebih tajam. Kegagalan dalam menempatkan dan menyelesaikan konflik berbasis budaya dan tekanan, akan memunculkan dampak berupa performa organisasi atau perusahaan yang menurun dan produktivitas berkurang baik diinginkan maupun tidak.


IV. Saran/Rekomendasi
Saran yang dapat diberikan kepada kedua kelompok ini tidak banyak karena materi yang diberikan dan cara penyampaiannya cukup menarik. Pengemasan presentasi yang baik membuat materi yang disampaikan kepada audience menjadi jelas. Permasalahan yang muncul adalah materi yang banyak sedangkan durasi presentasi terbatas. Hal ini menyebabkan kelompok presentasi harus pintar membagi waktu. Dalam penyajiannya, kedua kelompok ini melebihi batas waktu yang ditetapkan. Saran untuk ini adalah pembenahan manajemen waktu presentasinya.

Sebenernya Aku Pengen Sebut Nama



Sungguh beruntung aku, saat ini, memiliki seseorang yang sangat mengerti aku terlebih menghargai masa laluku. Masa laluku bisa banget bahkan dibilang nggak indah. Banyak luka dan dosa. Entah apa yang membuat lelaki itu, mampu semudah itu memaafkan, menerima dan menjaga.


Hari ini aku habiskan pagiku buat cek semua postingan di blog dan juga note di facebook. Bukan apa-apa, aku hanya ingin bisa lebih menghargai, dengan tidak membuat tulisan yang mungkin tidak berkenan di hati seseorang. I was, aku dulu gitu. Atau mungkin sekarang masih, dengan level yang lebih rendah.


Tulisan buatku adalah gambaran apa yang aku rasakan. Hampir semua rasa dalam hidupku dulu aku tuangkan lewat tulisan. Bisa dibilang aku bukan perempuan yang dapat menjaga perasaan yang seharusnya disimpan untuk dirinya sendiri. Semuanya aku tuangkan dalam tulisan. Hampir semua rasa, senang, sedih, marah, cemburu, pasti aku punya tulisan mengenainya.


Masalah timbul ketika tulisan itu tidak menghargai perasaan yang membacanya. Dulu ketika menulis, aku sama sekali nggak sadar bahwa apa yang aku tulis itu mengundang perasaan negatif yang membacanya. Pagi ini aku baca ulang. Well, deeply from my heart, aku bener-bener minta maaf sama semua yang pernah terluka dengan tulisan-tulisanku.


Termasuk untuk lelaki itu, seseorang yang akhir-akhir ini menemani hariku dan selalu membawaku ke arah yang lebih baik. Permohonan maaf ini akan selalu ada, untuk setiap tulisanku yang mungkin akan melukai hatinya, kapanpun dia membacanya.

Hello World, I'm Back!



Finally, lama banget nggak buka blog ini. Hahah, walopun biasanya juga cuma posting cacetan n tugas kuliah sih. Lainnya tentang tugas kuliah, lama banget aku nggak pernah mulai nulis lagi. Tentang apapun. Kayak dulu. Dulu banget. Setaun lebih berlalu apa yaa. Banyak banget post di blog ini yang aku hapus barusan. Scroll-down kebawah, dijamin cuma bakal nemu hal-hal yang ada hubungannya sama tugas kuliah. Labil banget emang, ngapain sih harus hapus postingan jaman dulu? Kalo toh emang itu cerita masa lalu, yaudah biarin aja toh sekarang kita lagi ngehadepin masa depan kan.


They'll never look your past. - Adam (Profesional HR)

Aku nggak sekuat itu untuk membiarkan orang lain melihat masa laluku. Banyak banget sekarang yang berubah dari aku. Buat yang udah pernah mampir ke blog ini dan baca tulisan-tulisanku zaman dulu, yak kalian benar. Hahah, well aku masih belum dewasa banget. Bukan berarti tulisanku dulu sampah. Enggak, aku nggak pernah bilang gitu dan alasan kenapa aku hapus hampir semua postinganku bukan karena itu. Sedikitnya aku masih menghargai diriku ya, yang udah coba menggungkapkan apa yang dipikirkannya lewat tulisan. Hahah. Everything's change, so do people, so do I. 


Enjoy my blog, fellas! Semoga habis postingan ini, blog ini bakal lebih banyak manfaatnya dibanding kerugiannya :)

Sabtu, 23 Maret 2013

Competitive Advantage Panera Bread Company



Strategi dari Panera Bread untuk membuat Panera Bread memiliki merek yang diakui secara nasional dan menjadi operator restoran yang dominan di segmen roti-kafe khusus, dan menerapkan model bisnis yang sukses. Panera yang menggunakan kepuasan pelanggan sebagai model bisnis dapat dilakukan dengan menyediakan makanan dengan kualitas tinggi dan pengaturan yang baik sehingga memberikan perasaan puas pada pelanggan. Panera mencapai laba yang cukup untuk menutupi biaya penyediaan nilai ini dengan menjual makanan di kafe dan dengan mengumpulkan biaya waralaba dan persentase penjualan franchisee. Manajemen dimaksudkan untuk menumbuhkan jumlah lokasi Panera Bread sebesar 17% per tahun dan memperluas lebih lanjut ke pasar pinggiran kota. 

Panera bertujuan untuk membangun pelanggan setia dengan menggunakan model bisnis yang superior dan menawarkan roti sebagai dasar menu berkualitas tinggi yang diperbarui terus menerus dengan perkembangan selera konsumen. Pasar yang berlaku di mana Panera dioperasikan mengalami pertumbuhan 5% pada tahun 2006. Jadi strategi panera untuk berkembang adalah sinkron dengan perkembangan pasar dan dengan berfokus pada pembangunan pelanggan setia melalui roti berkualitas dan menu yang sesuai dengan selera pelanggan, 

Beroperasi di lingkungan kompetisi hampir murni, Panera menghadapi ancaman dari biaya rendah dan diferensiasi produk. Panera menerapkan strategi biaya penyedia terbaik untuk mengambil keuntungan dari jumlah besar kesadaran nilai pembeli yang ingin makan yang baik dan pengalaman bersantap yang menyenangkan dengan harga yang terjangkau. Mengambil posisi sebagai penyedia biaya terbaik, bersama dengan komitmen untuk "menyediakan pengalaman bersantap yang memuaskan dan enak, disajikan di tempat, tempat pertemuan yang nyaman" membantu Panera mencapai strategi yang kuat. Tetapi sifat industri yang sangat kompetitif tidak mengizinkan strategi Panera untuk menjadi keunggulan kompetitif. Panera memiliki pangsa pasar 0,5409% dari $ 345.000.000.000 penjualan tahunan di industri restoran. 

Meskipun Panera bukanlah operator yang dominan, ini adalah pangsa pasar yang cukup besar. Panera memiliki strategi yang menyebabkan posisi keuangan yang kuat dan pangsa pasar yang cukup besar. Karena strategi Panera tersebut cocok untuk perusahaan, kuat dalam industri yang kompetitif, dan sukses secara finansial, kami menyimpulkan bahwa strategi Panera cukup baik dan memberikan perusahaan posisi yang kompetitif di industri. Oleh karena itu kita merasa strategi Panera secara keseluruhan, serta strategi untuk mengembangkan bisnis dan membangun pelanggan setia adalah kekuatan antara perusahaan dan mengakibatkan struktur industri berubah. Struktur industri menghasilkan lingkungan bisnis di mana perusahaan menyesuaikan dan mengganti sistem pemasaran yang berinovasi dan berkelanjutan.

Key Success Factors Panera Bread Company


Faktor kunci keberhasilan dalam industri restoran yang dilihat oleh apa yang dianggap konsumen memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk dimiliki dan apa yang memungkinkan bisnis untuk mendapatkan keuntungan. Konsumen tidak makan di tempat-tempat tertentu yang tidak memiliki kualitas, ini karena mereka kehilangan nilai pembelian mereka. Juga, ada banyak pengganti yang ditawarkan faktor kunci untuk pelanggan sebagai gantinya. Faktor keberhasilan tertentu kunci yang terkait dengan industri restoran adalah: biaya rendah efisiensi produksi, layanan pelanggan, luasnya lini produk dan seleksi, kemampuan untuk merespon dengan cepat terhadap perubahan kondisi pasar, pengalaman konsumen secara keseluruhan, citra dan reputasi, dan volume konsumen tinggi. 

Faktor keberhasilan kunci pertama adalah biaya rendah efisiensi produksi, yang sangat penting dalam menurunkan harga untuk konsumen. Ketika sebuah restoran tidak bisa menjaga biaya rendah, biaya tinggi yang melewati ke konsumen dengan harga yang lebih tinggi. Jika pelanggan tidak percaya nilai dalam apa yang mereka beli adalah layak harga tinggi, mereka tidak membayar untuk itu. Karena ada banyak pesaing di industri restoran, konsumen berbelanja di sekitar untuk makanan serupa di harga yang lebih rendah. Restoran yang diperlukan untuk menjaga biaya rendah untuk tetap kompetitif dan tidak berisiko kebangkrutan. 

Layanan pelanggan adalah faktor kunci keberhasilan karena nilai tambah untuk makan. Konsumen tidak hanya membeli makanan, mereka yang membayar untuk seluruh pengalaman. Sebuah komponen ini memiliki pegawai yang menyenangkan di semua posisi kontak pelanggan. Keterampilan layanan pelanggan yang baik yang membuat pelanggan merasa nyaman di restoran membantu untuk menjaga pelanggan datang kembali. Ketika pelayan pergi di atas dan di luar tugas normal untuk menyenangkan pelanggan, patron itu mungkin untuk kembali karena dari pengalaman besar yang ditawarkan. Melebihi harapan pelanggan sangat penting dalam menarik pelanggan setia yang kembali ke pembentukan. 

Faktor lain untuk sukses sedang mengalami luasnya macam lini produk dan seleksi. Restoran yang dibutuhkan untuk menawarkan berbagai macam hidangan untuk menarik sekelompok pembeli yang luas. Beberapa contoh yang melayani ayam, daging sapi, seafood, dan vegetarian. Jika ada sepuluh piring atau lebih dalam masing-masing kategori, restoran ini menawarkan banyak pilihan dan pelanggan bisa menemukan makanan yang mereka dambakan. Menawarkan berbagai jenis hidangan membantu memperluas luasnya apa yang ditawarkan, seperti: sarapan, makan siang, makan malam, sup, salad, pasta, dan sisi. 

Faktor Keberhasilan keempat kunci dalam industri restoran adalah kemampuan untuk merespon dengan cepat kondisi pergeseran pasar. Pelanggan yang terus berubah apa yang mereka inginkan, dan restoran yang dibutuhkan untuk mengikuti perubahan tersebut. Jika sebuah restoran memiliki ketidakmampuan untuk mengubah menu, ia tidak bisa bersaing dengan para pesaingnya. Baru-baru ini, konsumen mengubah kebutuhan mereka untuk jantung sehat, vegetarian, organik kalori rendah, dan rendah karbohidrat. Ini juga membawa ke perubahan pertimbangan musiman. Sup menjadi lebih umum di musim dingin dibandingkan musim panas. Sup musiman tertentu seperti labu, squash, dan lain-lain yang mendambakan sekitar liburan, tapi tidak sebanyak pada waktu lain tahun. Makanan penutup dan minuman khusus mengikuti pola serupa. Restoran diperlukan untuk mengubah menu mereka untuk memuaskan pelanggan dan tetap kompetitif dalam industri. Memiliki pengalaman konsumen yang baik secara keseluruhan sangat penting dalam industri restoran. Ini penting dalam membangun pelanggan setia yang bisa mempromosikan bisnis melalui strategi word-of-mouth dan teratur makan di tempat langgannya. Pengalaman keseluruhan mempertimbangkan lebih dari sekedar makanan dan layanan pelanggan karena mencakup seluruh nilai yang dirasakan oleh konsumen yaitu seperti harga, kualitas makanan, kualitas layanan, suasana dan atmosfer, dan memiliki berbagai persembahan. Tanpa pengalaman yang hebat, pelanggan tidak akan kembali dan mereka secara lisan bisa merusak restoran reputasi ketika mereka mengatakan kepada teman-teman tentang pengalaman mereka yang tidak enak. Faktor ini sangat penting untuk membangun pelanggan setia dan meningkatkan brand awareness. 

Citra dan reputasi adalah faktor kunci keberhasilan karena ini adalah apa yang menarik pelanggan untuk pembentukan. Hal ini juga menciptakan word-of-mouth iklan untuk sebuah restoran. Ketika terjadi sesuatu yang merusak reputasi perusahaan, pelanggan tidak lagi makan di sana, yang menyebabkan perusahaan untuk keluar dari bisnis. Citra dan reputasi adalah bagaimana konsumen dirasakan perusahaan, yang dapat menambah nilai bagi pelanggan ketika itu sangat baik. Faktor kunci keberhasilan adalah memiliki volume konsumen tinggi. 

Ketujuh faktor kunci keberhasilan pada industri dan bagaimana restoran dibutuhkan untuk tampil dalam rangka untuk tetap kompetitif dalam industri. Industri restoran adalah murni kompetitif dan sangat berisiko karena banyaknya saingan. Ketujuh faktor itu daerah untuk fokus pada karena itu apa yang konsumen dianggap penting.

Five Forces Panera Bread Company

Masih pada tugas yang sama dengan post sebelumnya, ini adalah analisis Five Forces (Porter) terhadap Panera Bread Company:


§ Persaingan mengintensifkan sebagai jumlah kenaikan pesaing dan sebagai pesaing menjadi lebih setara dalam ukuran dan kekuatan kompetitif, kami menyimpulkan bahwa tingginya jumlah pesaing merupakan ancaman bagi industri. Berdasarkan penjualan industri sebesar $ 345 miliar, Starbucks sebagai pesaing terkemuka memiliki kurang dari dua persen dari pangsa pasar. Fakta ini ditambah dengan di atas 70% perusahaan unit tunggal dicirikan sebagai industri yang memiliki banyak pesaing dengan pangsa pasar yang sangat kecil. Karena persaingan cenderung lebih kuat ketika pesaing sangat banyak atau memiliki ukuran yang sama dan dalam kekuatan kompetitif, kami menyimpulkan bahwa ukuran relatif kecil berdasarkan pangsa pasar adalah ancaman bagi industri. 

§ Biaya switching dan loyalitas pembeli yang rendah untuk industri. "Konsumen (terutama mereka yang sering makan keluar) yang rentan untuk mencoba tempat makan yang baru dibuka, kesetiaan terhadap restoran yang ada adalah rendah bila konsumen dianggap ada alternatif yang lebih baik adalah makan." Karena rendahnya biaya perpindahan dan pembeli persaingan loyalitas yang rendah meningkat antara pesaing, kami menyimpulkan bahwa rendahnya biaya perpindahan dan loyalitas pembeli merupakan ancaman bagi industri. Itu tidak lebih mahal untuk keluar dari industri daripada terus berpartisipasi. "Banyak restoran dapat hidup dalam waktu yang cukup singkat". 

§ Berdasarkan analisis kami sebelumnya terkait pangsa pasar, kami menentukan pesaing yang kecil dalam ukuran dan dapat masuk dan keluar dengan persyaratan modal kecil. Aset yang dijual dengan mudah dan pekerja di industri yang tidak berhak atas perlindungan kerja yang signifikan. Karena persaingan memiliki hambatan rendah untuk keluar mereka tidak resor untuk diskon besar untuk tetap dalam bisnis. Pendatang baru terus menerus meningkatkan persaingan. Kami menyimpulkan bahwa kemudahan masuknya merupakan ancaman dan kemudahan keluar merupakan kesempatan bagi industri. Produk industri adalah pembelian discretionary. "AS rata-rata konsumen makan 76% dari makanan di rumah." Fakta bahwa konsumen bisa makan di rumah untuk kurang ditandai sifat discretionary pilihan makan di luar. Karena pengeluaran diskresi tidak diperlukan dan mewakili konsumen "pertama untuk memotong biaya dalam kesulitan ekonomi, kami menyimpulkan bahwa sifat discretionary pembelian adalah ancaman bagi industri.

Panera Bread Company

tugas manajemen stratejik semester lima lalu. sebenernya tugas kelompok sih, siapa dapet bagian apa, terus digabung-gabungin deh...


Strategi Panera Bread adalah untuk membuat roti yang unggul dan tersebar luas untuk konsumen di seluruh AS. Visi adalah untuk menyediakan konsumen dengan pilihan fresh dough, artisan bakery yang kualitas tinggi, otentik, dan pelayanan yang cepat. Elemen-elemen kunci berikut terdiri dari strategi Panera Bread: 

a. Memanfaatkan potensi pasar dengan membuka Panera milik perusahaan dan waralaba. Manajemen berencana untuk memperluas jumlah lokasi Panera Bread sebesar 17% per tahun sampai 2010, dan untuk mencapai pertumbuhan EPS dari 25% per tahun. Penambahan pilihan waralaba telah terbukti menjadi kunci dalam memperoleh penetrasi pasar yang lebih besar. 

b. Menawarkan pilihan makanan yang bervariasi dan juga . Produk signature Panera Bread adalah roti segar yang dibuat dengan bahan terbatas dan tanpa pengawet Sisa dari persembahan menu Panera yang dibangun di atas keahlian ini roti. Kelompok menu yang fresh dipanggang, dibuat-to-order sandwich dan salad, sup, makanan ringan untuk pembuka, dan minuman kafe. 

c. Bersaing dengan sukses di lima subpasar dari industri makanan. Roti Panera memanfaatkan menu khas, desain signature kafe, suasana mengundang, sistem operasi, dan unit strategi lokasi untuk bersaing dengan sukses. Subpasar yang Panera bersaing dalam adalah: sarapan, makan siang, siang hari "chill out", tarif malam yang ringan untuk dibawa pulang atau makan, dan dibawa pulang roti. Tujuan Panera adalah untuk meningkatkan makan di waktu makan beberapa: sarapan, makan siang, siang hari "chill out", dan makan malam. 

d. Meningkatkan menu untuk menjadi merek yang diakui secara nasional dan menjadi operator restoran yang dominan di segmen roti-kafe khusus. Perangkat tambahan Menu berfokus pada menarik pelanggan selama jam makan malam dan kepentingan pelanggan. Panera menambahkan makanan pembuka ringan seperti crispani dalam rangka untuk meningkatkan daya tarik untuk pengunjung yang datang malam hari. 


Rekomendasi:
Rekomendasi berikut berisi peluang atau ancaman dalam industri, kekuatan atau kelemahan yang memungkinkan Panera untuk mengejar atau mempertahankan terhadap isu-isu kritis dan peralatan yang diperlukan untuk mengambil tindakan segera. Dan merekomendasikan bahwa Pnere Bread Company: 

1. Siklus industri restoran masih dalam tahap fase pertumbuhan. Pertumbuhan ini ditambah dengan Panera "kemampuan yang kuat di waralaba dengan menawarkan kesempatan yang signifikan untuk Panera untuk mengejar kesusksesannya. Untuk mencapai hal ini Panera harus terlebih dahulu menggunakan pemilihan lokasi saat ini dan proses analisis pasar untuk memilih lokasi ideal untuk kafe baru di pasar yang belum dimanfaatkan. Panera juga harus memanfaatkan proses ini untuk menilai logistik yang diperlukan untuk mendukung lokasi yang potensial. Selanjutnya, Panera perlu memanfaatkan, kriteria franchisee seleksi yang ketat untuk mengidentifikasi kandidat yang cocok, dan kemudian bekerja dengan waralaba yang dipilih dengan menggunakan program waralaba bantuan yang ada untuk mendidik dan melatih waralaba di Panera "merek yang unik, visi dan budaya. Panera juga harus menilai waralaba baru berdasarkan bidang sejarah keberhasilan. 

2. Untuk meningkatkan sales revenue, Panera’s bread harus lebih gencar melakukan proses pemasaran, selama ini Panera Bread bisa dibilang kurang dalam proses pemasaran produk mereka, daat dilihat bahwa pengeluaran perusahaan untuk advertising lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain dalam industri. Dengan melakukan proses pemasaran yang lebih gencar Panera Bread bisa mendapatkan brand recognizition dari para potensial konsumennya. Banyak cara yang bisa digunakan oleh Panera Bread untuk memasarkan produk-produk mereka antara lain dengan menggunakan media advertising seperti melalui TV, radio, brosur, dll, dan bisa juga dengan mengikuti eksebisi/pameran-pameran yang diselenggarakan oleh daerah setempat atau bisa juga dengan memberikan kupon/diskon/happy hour sehingga akan menarik pelanggan untuk berkunjung dan membeli produk Panera. Strategi yang lebih agresif dalam promosi sementara adalah memanfaatkan starategi word-of-mouth untuk meningkatkan pertama kali datangnya pelanggan. Panera dapat mengejar kesempatan dalam industri jika memperkuat strategi promosi saat ini untuk mempromosikan kesadaran. Ini membantu Panera mempromosikan kesadaran merek untuk menjadi pemimpin yang dominan dalam industri bakery-kafe. Untuk melakukan hal ini, perusahaan harus mulai memperluas ke pasar yang belum dimanfaatkan dan merambah kesegala segment di mana pelanggan tidak tahu cukup banyak tentang perusahaan tersebut. Perusahaan kemudian harus meningkatkan pelayanan tentang kafe baru sebelum membuka dengan menggunakan pemasaran gerilya. Implementasi selanjutnya adalah untuk mendistribusikan kupon potongan atau voucher dengan masa berakhirnya dua minggu, dan kupon tambahan yang dapat diberikan kepada teman. Sukses dapat diukur dengan mendata alur kedatangan pelanggan kafe secara spesifik dan menghitung volume penjualan dalam enam bulan pertama untuk sebuah kafe baru. 

3. Panera Bread menyediakan fasilitas drive-thru di beberapa lokasi Panera dan penjualan di lokasi-lokasi tersebut meningkat 20%. Oleh sebab itu untuk bisa meningkatkan sales revenue, Panera bisa menambah fasilitas drive-thru nya di lokasi-lokasi lain, terutama di kota-kota atau lokasi dimana banyak perkantoran/industri dimana orang-orang sangat sibuk dan mobilitas sangat tinggi sehingga mereka tidak memiliki waktu yang banyak untuk makan. 

4. Karena industri makanan adalah industri yang sangat peka pada perubahan maka Panera Bread harus selalu update dengan preferensi kesukaan dan minat pelanggan. Menu harus selalu diperbarui dan disesuaikan dengan kesukaan/trend yang disukai pelanggan. Selain itu karena meningkatnya kesadaran masyarakat AS akan healthy life style, hampir 71% orang dewasa mencoba untuk makan yang lebih sehat, Panera Bread juga harus memberikan pilihan produk yang mengakomodasi healthy life style, menggunakan bahan-bahan organik yang tidak mengandung bahan kimia, dan menggunakan bahan-bahan yang diproduksi secara lokal, namun juga mereka tetap harus memperhatikan rasa dan kualitas sehingga meskipun makanan itu sehat tapi makanan itu juga tetap enak, dengan demikian pasti pelanggan akan tetap datang. 

5. Menerapkan "Oven Fresh, To Go" program yang akan meningkatkan biaya beralih pelanggan dan loyalitas hadiah pembeli melalui diskon berdasarkan tingkat kedatangan kembali. Analisis kami menunjukkan bahwa industri restoran terancam beralih pada biaya rendah dan loyalitas pelanggan yang rendah. Analisis kami menunjukkan bahwa Panera memiliki kekuatan loyalitas pembeli. Panera pertama harus dimulai langkah satu bulan sebelum dimulainya layanan ini menggunakan promosi yang cukup kuat. Selanjutnya Panera harus mencetak menu yang menampilkan pilihan yang fresh. 

6. Mendistribusikannya pada titik penjualan. Adanya pelyanan untuk drive thru yang dapat memudahkan pelanggan yang terbatas dengan waktunya. Panera harus membeli atau menyewa tempat parkir 2 sampai 3 per lokasi di dekat pintu dengan papan penunjuk tempat untuk parkir Panera, terakhir harus menempatkan kartu pos pra-bayar dengan pertanyaan survei dalam kemasan untuk pergi dan tempat loyalitas pelanggan kartu punch dalam kemasan yang memberikan penghargaan kembalin kepada pelanggan yang setia. Panera harus mengecek diskon yang diberikan untuk pelanggan. Karena sifat progresif dari diskon, Panera dapat mengidentifikasi pelanggan yang paling setia didasarkan pada tingkat tingkat diskonto. 

7. Memperluas cakupan produk dan menawarkan layanan untuk memasukkan konsumen yang lebih luas dengan makanan pembuka di pagi hari, tarif makan malam. Analisis kami dari industri restoran mendorong kami untuk menentukan bahwa ada sejumlah besar pembeli tersedia bagi perusahaan memberikan kesempatan bagi pangsa pasar meningkat. Analisis kami dari kemampuan kompetitif menunjukkan bahwa Panera memiliki kekuatan internal dalam penelitian dan pengembangan. Panera perlu memanfaatkan penelitian dan pengembangan keterampilan untuk menentukan persembahan menu yang ideal, porsi, harga, dan lokasi yang cocok untuk bir dan anggur. Persembahan produk baru akan diperkenalkan kepada sejumlah toko untuk menentukan respon pelanggan dan memverifikasi skalabilitas untuk memastikan kualitas. Langkah implementasi akhir akan menjadi pertanyaan survei pasar pada sistem point-of-sales yang akan menentukan jumlah pelanggan baru untuk makan malam. Tujuan utama dari rekomendasi ini adalah untuk meningkatkan pangsa pasar untuk Panera.

Minggu, 20 Januari 2013

Lele (Clarias sp.)

masih pada tugas perencanaan bisnis

Ikan lele merupakan salah satu hasil peternakan yang kaya akan gizi. Ikan lele (Clarias sp.) merupakan ikan air tawar yang dapat hidup di tempat-tempat kritis, seperti rawa, sungai, sawah, kolam ikan yang subur, kolam ikan yang keruh, dan tempat berlumpur yang kekurangan oksigen. 

Manfaat dari Ikan Lele 

Berikut merupakan beberapa manfaat dari ikan lele : 
  1. Sebagai bahan makanan. 
  2. Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas hama padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan alami ikan lele. 
  3. Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati penyakit asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung berdarah, kencingdarah dan lain-lain. 
  4. Keunggulan ikan lele dibandingkan dengan produk hewani lainnya adalah kaya akan Leusin dan Lisin. 
  5. Selain peranan yang menguntungkan ikan lele juga dapat memiliki peranan yangmerugikan bagi manusia. Peranan yang merugikan tersebut diantaranya: Padaikan lele yang masih muda patilnya mengandung racun, sedangkan pada ikan leleyang agak tua racunya agak berkurang. Ikan lele juga dapat memakan ikan-ikanlainya atau sebagai predator. 

Kandungan Gizi Ikan Lele 

Dilihat dari komposisi gizinya ikan lele juga kaya fosfor. Nilai fosfor pada ikan lele lebih tinggi dari pada nilai fosfor pada telur yang hanya 100 mg. Keunggulan lain dari ikan lele dibandingkan dengan produk hewani lainnya adalah kaya akan Leusin dan Lisin. Leusin (C6H13NO2) merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen. Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Sedangkan Lisin merupakan salah satu dari 9 asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Lisin termasuk asam amino yang sangat penting dan dibutuhkan sekali dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Asam amino ini sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang pada anak, membantu penyerapan kalsium dan menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh, dan memelihara masa tubuh anak agar tidak terlalu berlemak. Lisin juga dibutuhkan untuk menghasilkan antibody, hormon, enzim, dan pembentukan kolagen, disamping perbaikan jaringan. Tidak kalah pentingnya, lisin bisa melindungi anak dari virus herpes.

ANALISIS SWOT - Mina Sentosa Fish Farm

tugas mata kuliah perencanaan bisnis semester lima


Kekuatan:

  1. Ditunjang dengan modal yang cukup memadahi. 
  2. Menjual bermacam-macam ukuran benih.
  3. Mempunyai pengalaman budidaya ikan lele dan mampu memahami dan menguasai dari pembuatan kolam,pemilihan bibit yang baik,PH air yang ideal untuk pertumbuhan ikan,hingga pemanenan serta pemasarannya. 
  4. Mempunyai lahan ataupun kolam yang cukup memadahi.Dari kolam untuk pembibitannya sampai kolam pembesaran.
  5. Mempunyai sarana dan prasarana penunjang pembudidayaan ikan lele yang cukup memadahi. 
  6. Luasnya pemasaran hasil budibaya ikan lele khususnya yang nantinya pada saat musim panen ikan lele.

Kelemahan:
  1. Tidak hanya berfokus pada budidaya lele. 
  2. Terlalu berfokus pada pasar international. 
  3. Seringnya bibit ataupun air yang terserang bakteri yang nantinya dapat mempengaruhi kelangsungan hidup benih ikan yang ada.Jadi tidak diragukan lagi apabila terdapat bibit ikan lele yang tidak baik (cacat). 

Peluang:
Budidaya ikan lele cukup mudah dan menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Pasalnya budidaya ikan lele ini terbilang cukup mudah dari pada ikan yang lain, dari perawatannya sampai sistem pengairannya pun tidak terlalu merepotkan. Kebutuhan masyarakat akan lele pun belum tercukupi sehingga membuka lebar peluang. Pada dasarnya ikan lele mempunyai kemampuan untuk bertahan hidup yang cukup tinggi sekalipun hidup dilumpur, karna dari sekian banyak spesies ikan di dunia ini hanya ikan lele yang mempunyai gurat sisi. Sedangkan ditinjau dari pembesaran benih sampai waktu pemanenannya budidaya ikan ini hanya memerlukan waktu 3 bulan. 


Ancaman:

  1. Banyaknya pesaing yang menawarkan produk ikan lele. 
  2. Pesaing yang telah mendapatkan kepercayaan konsumen 
  3. Pada saat pergantian musim, kebanyakan benih ikan lele yang dibudidayakan akan sedikit terganggu kelangsungan hidupnya, karenanya musim yang tak menentu dan dapat berubah sewaktu-waktu, sedangkan pada saat musim panas banyak bibit lele yang baru berusia sekitar 3 minggu mati, karenanya pada dasarnya kulit ikan lele belum cukup kuat untuk menehan panas yang berlebihan.

The Imperial Acquisition

tugas manajemen stratejik semester lima


Pada tanggal 6 Desember 1985, ketika masih terlibat dalam pengakuisisian SCM, Handon membuka peluang akuisisi perusahaan lain yaitu Imperial Group PLC senilai £ 1,5 juta. Imperial Group PLC ini adalah salah satu dari sepuluh perusahaan terbesar di Britain. Imperial ini adalah perusahaan manufaktur industri tembakau terbesar di Britain dan menempati posisi nomor tiga terbesar di dunia. Selain itu, produksi minuman bir nya juga termasuk dalam enam perusahaan pembuat bir terkemuka di Britain. Imperial ini memiliki 1,371 public houses, lebih dari 120 restoran serta mempunyai lebih dari 750 retail shop. Pada September 1985, Imperial menjual salah satu bisnisnya yaitu hotel Howard Johnson kepada Marriott. Howard Johnson ini menjadi salah satu akuisisi terparah yang pernah terjadi di Britain. 


Attractions to Hanson 

Kepentingan Hanson dalam mengakuisisi Imperial terlihat semenjak tersiar berita pada bulan Desember, Imperial akan diakuisisi oleh United Biscuits PLC, sebuah perusahaan manufaktur produk-produk makanan ternama. Pada berita tersebut, tertulis laporan keuangan yang dilakukan oleh Imperial. Menurut Hanson, laporan keuangan imperial tersebut banyak terdapat kesalahan dan layak untuk diakusisi. Selain itu, terdapat beberapa alasan mengapa Imperial terlihat atraktif untuk diakuisisi: 

1. Mature Business: hampir semua bisnis yang dijalani oleh Imperial adalah bisnis yang mature dan membutuhkan teknologi yang rendah. Hanya terdapat sedikit prospek bahwa bisnis akan berkembang. 
2. Low Risk: sebagian besar produk yang diproduksi oleh Imperial adalah produk dengan brand recognition yang tinggi. Oleh karena itu, Hanson dapat dengan mudah mengakuisisinya. 
3. Tobacco Cash Flow: industri tembakau yang dijalani oleh Imperial terdapat pada posisi cash cow. Imperial hanya mempunyai 45% pangsa pasar tembakau. Penjualan tembakau menurun di Britain karena adanya concern masyarakat Britain terhadap kesehatan. 
4. Failure of Imperial’s Diversification Strategy: track record diversifikasi produk yang dilakukan oleh Imperial adalah buruk. Kegagalan ini menyebabkan nilai saham Imperial turun di pasar saham. 
5. Inadequate Returns in Brewing and Leisure: tingkat pengembalian Imperial adalah 9% pada tahun 1985. Tingkat pengembalian ini termasuk sangat rendah dalam industri brewing, dimana seharusnya industri brewing ini memiliki demand yang tinggi dan berada pada pasar oligopoli yang mature. 


The Takeover Battle

Perencanaan pengakuisisian oleh Imperial dan United Biscuits PLC yang diumumkan pada tanggal 2 Desember 1985, memberikan ketidakpuasan pada pemegang saham Imperial. Hansen mencoba untuk tetap mengakuisisi Imperial karena Hansen telah menelusuri seluk beluk Imperial dalam waktu yang lama guna melakukan akuisisi. Maka dari itu, Hansen dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk mencoba mengakuisisi. Pada Februari, Hanson mencoba menaikan penawaran sebesar 24% lebih tinggi dibandingkan penawaran perdananya, yaitu £2.35 juta. Pada saat yang sama United Biscuits juga menaikkan penawaran menjadi £2,5 juta. Imperial menyarankan kepada pemegang saham untuk menerima akuisisi dari United Biscuits. Namun, banyak dari pemegang saham Imperial yang tidak menyetujui. Pemegang saham meminta waktu dua bulan untuk memutuskan akan terjadi akuisis atau tidak. Pihak manajemen Imperial akhirnya gagal mempertahankan akuisisi. Pada bulan April, akhirnya United Biscuit hanya memperoleh 34% saham dari Imperial. Hal ini mempermudah Hanson untuk melakukan akuisisi. Sehari setelahnya, Hanson membeli lebih dari 50% saham yang dimiliki Imperial. 


After the Acquisition

Setelah adanya akuisisi, Hanson merombak jajaran manajemen Imperial. Dari 300 sfaff yang ada, Hanson memecat 260 staff dan menurunkan posisi kepada level operasi. Pada bulan Juli, hotel dan restoran yang dimiliki Imperial dijual dkepada Trusthouse Forte dan mendapatkan cash senilai £190 juta. Berlanjut pada bulan September, Courage Brewing dijual secara “off-license” kepada Elders IXL senilai £1,4 juta. Hal ini berprospek 17,5 kali dibandingan dengan tidak dijual. Terakhir, Hansen menjual Golden Wonder yang bergerak dibidang makanan ringan senilai £87 juta kepada Dalgety PLC. Hasil dari semua penjualan ini membuat Hansen meningkatkan cash senilai £1,7 milyar. Hasil ini diikuti pada tahun 1988 penjualan lini produk makanan yang dilakukan mencapai £534 juta. Hal ini menaikkan aset Hanson hingga mencapai £2,26 milyar. 





Sabtu, 15 Desember 2012

My Experience in Business Negotiation Class

PENJUAL
Resistance Point: 70 juta
Target Point: 90 juta
Initial Offering: 100 juta
Settlement Point: 80 juta

Sebagai penjual mobil Peugeot 206, saya menawarkan mobil keluaran tahun 2001 itu sebesar 100 juta nego kepada salah seorang pembeli. Pembeli tersebut bertanya mengenai spesifikasi mobil saya kemudian saya jelaskan mulai dari tahun pembuatan, kepemilikan, warna cat, interior, serta perawatan yang saya lakukan. Pembeli langsung berkomentar bahwa harga 100 juta untuk mobil keluaran tahun 2001 itu terlalu mahal. Saya memberikan alasan bahwa harga untuk mobil eropa memang lebih tinggi dibandingkan mobil buatan Jepang atau Korea lainnya yang bisa didapatkan dengan harga kurang dari 100 juta. Desain dari mobil eropa sendiri juga termasuk classic dibandingkan dengan mobil lainnya. Pembeli mengatakan bahwa harga yang layak adalah 65 juta. Melihat range tawaran yang besar, saya menurunkan harga hingga 90 juta tetap dengan alasan bahwa harga tersebut tidak bisa dibandingkan dengan mobil buatan Asia. Ia pun menaikkan tawaran menjadi 70 juta. Saya berkata masih belum bisa, kemudian saya melakukan penawaran lagi dengan harga tetap tetapi menyediakan jasa check kondisi mobil pada bengkel langganan saya. Ia menyetujui tetapi tetap meminta untuk menurunkan harga. Karna 90 juta adalah target poin saya, saya berusaha mempertahankan harga dengan mengajak melihat interior mobil yang rutin saya rawat. Ia berusaha menurunkan harga dengan membandingkan harga dengan penjual lain, tetapi saya menanggapinya dengan “Dicek dulu lho mbak, jangan jangan harga segitu sparepartnya gak asli karna cari sparepart disini emang susah. Kalo mobilku ini dari awal sparepart asli, ini aku telpon ya bengkel langgananku buat ngecek sparepart biar mbak percaya.” Dari hal ini kami menemui deadlock, dengan beberapa kali menurunkan harga jual dan menaikkan harga beli akhirnya didapatlah harga tengah 80 juta sebagai settlement point jual beli mobil kami. 

BCG's Matrix

Boston Consulting Group (BCG), perusahaan konsultan manajemen terkemuka, mengembangkan dan mempopulerkan matriks pertumbuhan pangsa (growth-share matrix). Tingkat pertumbuhan pasar di sumbu tegak menunjukkan tingkat pertumbuhan pasar tahunan di tempat bisnis itu beroperasi. Rentang pertumbuhannya dari 0 persen sampai 20 persen. Tingkat pertumbuhan pasar di atas 10 persen dianggap tinggi. Pangsa pasar relatif, yang diukur di sumbu mendatar, menunjukkan pangsa pasar relatif SBU dibandingkan pesaing terbesarnya dalam segmen itu. Pangsa pasar relative menggambarkan ukuran kekuatan perusahaan di pasar itu. Pangsa pasar relatif 0,1 berarti volume penjualan perusahaan hanya 10 persen dari volume penjualan pemimpin pasar. Dan 10 artinya SBU perusahaan tersebut memimpin pasar dengan penjualan sebesar 10 kali lipat dari pesaing terbesar terdekatnya. Pangsa pasar relatif dibagi menjadi pangsa pasar tinggi dan pangsa pasar rendah, dengan 1,0 sebagai garis pembatasnya. Pangsa pasar relatif digambarkan dalam skala logaritma, sehingga jarak yang sama menunjukkan peningkatan persentase yang sama. Matriks pertumbuhan-pangsa pasar dibagi menjadi empat sel, masing-masing menunjukkan jenis bisnis yang berbeda:

1. Tanda Tanya (Question mark): Bisnis (SBU) yang berada di wilayah tanda tanya berarti beroperasi dengan pertumbuhan pasar yang tinggi namun memiliki pangsa pasar yang rendah. Perusahaan harus mengeluarkan dana yang besar untuk investasi kembali untuk mengikuti pertumbuhan pasar yang cepat. Dan juga untuk mengambil alih peran pemimpin pasar. Tetapi perusahaan juga dapat memilih apakah tetap mengucurkan dana ke bisnis ini atau tidak. Perusahaan dalam gambar di atas memiliki tiga bisnis dalam kategori tanda tanya, yang mungkin terlalu banyak baginya.

2. Bintang (Star): Bisnis perusahaan di sini menjadi pemimpin pasar. Karena berada di pasar yang tumbuh dengan cepat dan mempunyai pangsa pasar yang besar. Bintang tidak lantas menghasilkan arus kas positif bagi perusahaan. Perusahaan harus mengeluarkan banyak uang supaya tumbuh secepat pertumbuhan pasar dan mampu menghadapi serangan pesaingnya. 

3. Sapi Perah (Cash Cow): Bintang dengan tingkat pertumbuhan mulai merosot yang masih memiliki pangsa pasar yang relatif terbesar dan menghasilkan banyak uang kas bagi perusahaan tersebut. Perusahaan tidak perlu lagi membiayai ekspansi karena pertumbuhan pasar telah melambat. Karena SBU tersebut merupakan pemimpin pasar, dia dapat menikmati skala ekonomis dan margin laba yang lebih tinggi. Perusahaan menggunakan bisnisnya di daerah sapi perah ini untuk membayar tagihan operasional sehari-hari dan untuk mendukung bisnis lainnya. 

4. Anjing (Dog): Bisnis yang memiliki pangsa pasar yang rendah di pasar yang tumbuh dengan lambat. Perusahaan perlu mempertimbangkan apakah SBU anjing memang patut dipertahankan dengan alasan yang kuat (misalnya, adanya harapan bahwa tingkat pertumbuhan pasar akan berubah atau adanya kemungkinan baru untuk menjadi pemimpin pasar). Setelah menempatkan berbagai bisnisnya ke matriks pertumbuhan-pangsa pasar, perusahaan harus memutuskan apakah portofolio bisnisnya sehat. Portofolio yang tidak seimbang adalah yang mempunyai terlalu banyak anjing atau tanda tanya dan terlalu sedikit bintang serta sapi perah. 

Tugas perusahaan selanjutnya adalah menentukan tujuan, strategi, dan anggaran yang diberikan kepada masing-masing SBU. Ada empat strategi yang dapat dilakukan: membangun, mempertahankan, memanen, atau melepaskan (divestasi). Membangun itu cocok untuk tanda tanya yang pangsa pasar nya harus ditingkatkan supaya dia dapat menjadi bintang. Strategi mempertahankan itu cocok untuk sapi perah yang kuat agar dia dapat terus memberikan arus kas positif yang besar. Tujuan strategi memanen adalah meningkatkan arus kas jangka pendek SBU dengan mengabaikan akibat jangka panjangnya. Strategi memanen adalah keputusan untuk menghasilkan uang dari “tumbuhan yang sudah siap dipanen” atau “menggemukkan bisnisnya.” Strategi memanen umumnya mencakup penghapusan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan, tidak mengganti pabrik fisik, tidak mengganti tenaga penjual, mengurangi pengeluaran iklan, dan lain-lain. Strategi itu cocok untuk sapi perah yang lemah yang memiliki masa depan suram dan yang pada akhirnya justru memerlukan suntukan dana yang lebih besar. Strategi itu juga diterapkan pada kategori tanda tanya dan anjing. Tujuan strategi melepaskan (divest strategy) adalah menjual atau melikuidasi bisnis tertentu karena sumber daya akan lebih baik digunakan di tempat lain. Strategi itu cocok untuk unit bisnis kategori anjing dan tanda tanya yang menghambat laba perusahaan.