Minggu, 06 Mei 2012

Chapter 5 - Activity Based Management


Akuntansi aktivitas adalah faktor penting untuk mengoperasionalkan perbaikan berkelanjutan. Manajemen berbagai aktivitas bukan biaya adalah kunci keberhasilan pengendalian bagi perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan pebaikan yang berkelanjutan. Perwujudan dari berbagai aktivitas tersebut adalah hal penting untuk perbaikan perhitungan biaya dan pengendalian yang lebih baik mengarah pada pandangan baru atas berbagai proses bisnis yang disebut manajemen berdasarkan aktivitas. 

Manajemen berdasarkan aktivitas adalah pendekatan untuk keseluruhan sistem yang terintegrasi dan berfokus pada perhatian manajemen atas berbagai aktivitas dengan tujuan meningkatkan nilai bagi pelanggan dan laba yang dicapai dengan mewujudkan nilai ini. Manajemen berdasarkan aktivitas dibedakan menjadi dua dimensi biaya. Dimensi biaya memberikan informasi biaya mengenai berbagai sumber daya, aktivitas, dan objek biaya yang menjadi perhatian, seperti produk, pelanggan, pemasok, dan saluran distribusi. Dimensi perhitungan biaya berdasarkan aktivitas ini berguna untuk perhitungan harga pokok produksi, manajemen biaya strategis, dan analisis taktis. Dimensi proses memberikan informasi mengenai aktivitas apa saja yang dilakukan, alas an harus dilakukan, dan seberapa baik aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan. 

Manajemen berdasarkan aktivitas adalah sistem yang lebih komprehensif dibandingkan dengan sistem ABC. Manajemen berdasarkan aktivitas menambahkan pandangan proses pada pandangan biaya dalam ABC. Manajemen berdasarkan aktivitas dapat dipandang sebagai sistem informasi yang bertujuan memperbaiki pengambilan keputusan dengan menginformasikan biaya yang akurat dan mengurangi biaya dengan mendorong serta mendukung berbagai usaha perbaikan berkelanjutan. Tujuan pertama dari manajemen berdasarkan aktivitas adalah domain dari activity based costing, sedangkan tujuan kedua merupakan bagian dari analisis nilai proses. 

Perencanaan sistem memberikan justifikasi untuk implementas manajemen berdasarkan aktivitas dan menjawab berbagai masalah, seperti sasaran dan tujuan sistem ABM; posisi persaingan perusahaan saat ini dan yang diinginkan; proses bisnis dan bauran produk perusahaan; jadwal, tanggungjawab yang dibebankan, dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk implementasi; kemampuan perusahaan untuk mengimplementasikan, mempelajari, dan menggunakan informasi baru. Tujuan umumnya adalah meningkatkan akurasi dan perbaikan berkelanjutan. Akan tetapi, mengembangkan hasil tertentu yang diinginkan terkait dengan setiap tujuan tersebut merupakan hal penting. 

Identifikasi, definisi, dan klasifikasi aktivitas membutuhkan perhatian manajemen berdasarkan aktivitas lebih banyak dibanding dengan activity-based costing. Aktivitas haruslah meliputi perincian daftar berbagai pekerjaan yang membentuk setiap aktivitas. Mengetahui pekerjaan apa saja yang membentuk suatu aktivitas merupakan hal yang sangat berguna untuk meningkatkan efisiensi aktifitas. Manajemen berdasarkan aktivitas dapat pula gagal dalam implementasinya, salah satu alas an utamanya adalah kurangnya dukungan dari manajemen tingkat atas. Dukungan ini harus didapatkan sebelum melakukan proyek dan mempertahankannya. Selain itu, adanya pengintegrasian sistem baru juga dapat menjadi alasan gagalnya manajemen berdasarkan aktivitas ini. 

Mengelola berbagai aktivitas membutuhkan pemahaman atas penyebab biaya aktivitasnya. Setiap aktivitas terdiri dari input dan output. Input aktivitas adalah berbagai sumber daya yang dikonsumsi suatu aktivitas dalam rangka menghasilkan outputnya. Sedangkan output adalah hasil atau produk dari suatu aktivitas. Ukuran output praktis adalah ukuran penggerak yang dibutuhkan atas suatu aktivitas dan hal yang disebut penggerak aktivitas. Ketika kebutuhan akan suatu aktivitas berubah, biaya aktivitas dapat berubah. Ukuran output tidak berpengaruh pada akar pemicu. Akar pemicu atau root cause adalah penyebab paling dasar dari suatu aktivitas yang dilakukan. Analisis penggerak bertujuan mengungkapkan akar pemicu. Analisis penggerak adalah usaha yang dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai factor yang merupakan akar pemicu dari biaya aktivitas. 

Menilai seberapa baik berbagai aktivitas dilakukan adalah hal mendasar dalam usaha pihak manajemen untuk memperbaiki profitabilitas. Pengukuran kinerja aktivitas terdapat dalam bentuk keuangan dan nonkeuangan. Berbagai ukuran ini didedain untuk menilai seberapa baik suatu aktivitas dilakukan dan seberapa baik hasil yang dicapai. Ukuran-ukuran ini juga didesain untuk menunjukkan apakah ada perbaikan yang konstan atau tidak. Ukuran kinerja aktivitas berpusat pada tiga dimensi utama: efisiensi, kualitas, dan waktu. Ukuran keuangan untuk efisiensi aktivitas meliputi: laporan biaya bernilai tambah dan tidak bernilai tambah; tren dalam laporan biaya aktivitas; penetapan standar Kaizen; benchmarking; dan perhitungan biaya siklus hidup. 

Para pelanggan adalah objek biaya yang cukup berpengaruh. Manajemen atas pelanggan dapat menghasilkan pendapatan signifikan dalam laba. Memiliki keanekaragaman pelanggan merupakan hal yang mungkin, seperti memiliki keanekaragaman produk. Pelanggan dapat menhkonsumsi aktivitas penggerak pelanggan dalam proporsi yang berbeda. Sumber-sumber keanekaragaman pelanggan meliputi beberapa hal, seperti frekuensi pemesanan, jarak geografis,dukungan penjualan dan promosi, serta kebutuhan dukunganrekayasa teknik. Mengetahui besarnya biaya untuk melayani pelanggan yang berbeda adalah informasi yang sangat penting untuk beberapa tujuan, seperti penentuan harga, penentuan bauran pemasaran, dan perbaikan profitabilitas. 

Perhitungan biaya berdasar aktivitas juga dapat membantu manajer untuk mengidentifikasi biaya yang sebenarnya dari para pemasoknya. Biaya pemasok lebih banyak aripada hatga pembelian komponen atau bahan yang dibutuhkan. Sebagai halnya pelanggan, pemasok dapat mempengaruhi banyak aktivitas pada suatu perusahaan dan meningkatkan biaya pembelian secara signifikan. Pandangan yang lebih tepat adalah biaya dihubungkan dengan kualitas, keandalan, dan waktu pengiriman ditambahkan pada biaya pembelian. Para manajer diminta mengevaluasi para pemasok berdasarkan biaya total, tidak hanya harga pembelian. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas adalah kunci dari penelusuran biaya yang berhubungan dengan pembelian, kualitas, keandalan, dan kinerja pengiriman kepada para pemasok. 

Kamis, 03 Mei 2012

Chapter 4 - Activity Based Costing and Product Costing



Penghitungan biaya produk per unit adalah penting. Hal ini dikarenakan perhitungan biaya berdasarkan fungsi dan aktivitas yang membebankan biaya pada objek biaya. Contohnya adalah produk, pelanggan, pemasok, bahan baku, dan jalur pemasaran. Ketika biaya dibebankan pada objek biaya, biaya per unit dihitung dengan membagi jumlah biaya yang dibebankan dengan jumlah unit dari objek biaya tertentu. Biaya per unit adalah jumlah biaya yang berkaitan dengan unit yang diproduksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Namun biaya disini biasanya hanya terbatas pada biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead. Tetapi ada biaya lain selain hal tersebut yang seharusnya dilekatkan pada biaya unit yang diproduksi. Maka, jumlah biaya produksi harus diukur, selanjutnya harus dapat dikaitkan dengan unit yang diproduksi. 

Pengukuran biaya (cost measurement) meliputi penentuan jumlah dolar dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead yang digunakan produksi. Nilai biayanya dapat berupa biaya actual yang dibebankan pada input produksi, atau dapat puka berupa angka perkiraan. Nilai perkiraan sering digunakan untuk memastikan ketepatan waktu informasi biaya untuk pengendalian biaya. Setelah diukur, proses menghubungkan biaya dengan unit yang diproduksi disebut pembebanan biaya (cost assignment). 

Karena informasi biaya per unit sangat penting, keakuratan adalah hal yang penting. Distorsi biaya produksi per unit tidak dapat diterima. Hal ini dikarenakan dalam sistem akuntansi biaya, mengukur dan membebankan biaya agar biaya per unit dari suatu produk atau jasa menjadikan dasar berbagai pengambilan keputusan. Seperti keputusan mengenai desain serta pengenalan produk dan jasa baru. Keputusan untuk membuat atau membeli suatu produk atau jasa, menerima atau menolak suatu pesanana khusus juga menggunakan informasi ini. 

Perhitungan biaya produk berdasarkan fungsi membebankan biaya dari bahan baku langsung dam tenaga kerja langsung pada produk dengan penelusuran langsung. Di lain pihak, biaya overhead yang dibebankan, dilekatkan dengan penelusuran penggerak dan alokasi. Tarif perkiraan overhead berdasarkan fungsi membutuhkan spesifikasi dari penggerak tingat unit, yaitu suatu perkiraan dari kapasitas yang bisa diukur penggerak dan perkiraan dari overhead yang diharapkan. Contohnya, unit yang diproduksi, jam tenaga kerja langsung, biaya tenaga kerja langsung, jam mesin, biaya bahan baku langsung. Setelah memilih penggerak tingkat unit tersebut, selanjutnya adalah menentukan kapasitas aktivitas yang dapat diukur dari penggerak tersebut. Tingkat kapasitas terbagi menjadi empat jenis. Kapasitas yang diharapkan, kapasitas normal, kapasitas teoritis, dan kapasitas praktis. Kapasitas aktivitas yang diharapkan adalah output aktivitas yang diharapkan untuk tahun mendatang. Kapasitas aktivitas normal adalah output aktivitas rata-rata yang dialami dalam jangka panjang. Kapasitas aktivitas teoritis adalah output aktivitas maksimum yang dapat direalisasikan dengan berasumsi bahwa semua beroperasi secara sempurna. Kapasitas aktivitas praktis adalah output maksimum yang dapat dicapai jika semuanya berjalan secara efisien. 

Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan ketidakmampuan tarif keseluruhan biaya atau departemen berdasarkan unit untuk membebankan biaya overhead secara tepat. Pertama adalah proporsi biaya overhead yang tidak berkaitan dengan unit terhadap jumlah biaya overhead berjumlah besar. Dan kedua adalah tingkat keanekaragaman produknya sangat besar. 

ABC atau Activity Based Costing adalah penelusuran biaya pada aktivitas kemudian pada produk. Asumsi yang mendasari adalah aktivitas menggunakan sumber daya dan produk yang pada gilirannya menggunakan aktivitas. Oleh sebab itu, ABC juga merupakan proses dua tahap. Akan tetapi, sistem ABC menekankan penelusuran langsung dan penelusuran penggerak. Sedangkan dalam sistem biaya tradisional cenderung gencar dalam alokasi. 

Perincian klasifikasi aktivitas dibedakan menjadi empat kategori umum, tingkat unit, tingkat batch, tingkat produk, dan tingkat fasilitas. Aktivitas tingkat unit adalah aktivitas yang dilakukan setiap kali sebuah unit diproduksi. Sebagai contoh, permesinan dan perakitan adalah aktivitas yang dikerjakan setiap kali sebuah unit diproduksi. Permesianan dan perakitan ini disebut aktivitas tingkat unit. Biaya aktivitas tingkat unit bervariasi sesuai dengan jumlah unit yang diproduksi. Aktivitas tingkat batch adalah aktivitas yang dilakukan setiap suatu batch produksi. Misalnya, penyetelan, pemeriksaan, penjadwalan produksi, dan penanganan bahan. Biaya aktivitas tingkat batch bervariasi dengan jumlah batch, tetapi tetap terhadap jumlah unit yang diproduksi pada tiap batch. Aktivitas tingkat produk adalah aktivitas yang dilakukan bila diperlukan untuk mendukung berbagai produk yang diproduksi perusahaan. Aktivitas ini menggunakan input yang menggembangkan produk atau memungkinkan produk diproduksi atau dijual. Aktivitas tingkat fasilitas adalah aktivitas yang menopang proses umum produksi suatu pabrik. Aktivitas tersebut bermanfaat bagi organisasi pada beberapa tingkat, tetapi tidak bermanfaat bagi setiap produk secara spesifik. 

Pada tahap pertama perhitungan biaya berdasarkan aktivitas, aktivitas diidentifikasi kemudian biaya dihubungkan dengan aktivitas individual, dan diklasifikasikan sebagai aktivitas primer dan sekunder. Aktivitas primer adalah aktivitas yang digunakan oleh produk atau pelanggan, sedangkan aktivitas sekunder adalah aktivitas yang digunakan oleh aktivitas primer. Dalam tahap lanjutan, biaya dari aktivitas sekunder dibebankan ulang pada aktivitas primer. Dalam tahap akhir, biaya dari aktivitas primer dibebankan kepada produk atau pelanggan. Pembebanan biaya pada aktivitas lain atau pembebanan biaya pada produk dan pelanggan membutuhkan penggunaan tarif aktivitas. Pada prinsipnya, terdapat satu tarif aktivitas yang dihitung untuk setiap aktivitas. Suatu organisasi dapat memiliki ratusan aktivitas berbeda sehingga memiliki ratusan tari aktivitas. Walaupun teknologi informasi pasti mampu menangani berbagai jumlah tariff tersebut, ada baiknya apabila memungkinkan jumlah tariff tersebut dikurangi. Tarif yang lebih sedikit dapat mengurangi tingkat kerumitan dari perhitungan biaya berdasarkan aktivitas sehingga meningkatkan kemungkinan penerimaan oleh manajemen. Jumlah tarif dapat dikurangi dengan menggabungkan beberapa aktivitas yang memiliki rasio konsumsi yang sama dalam satu kelompok biaya. Jumlah tarif juga bisa dikurangi dengan menggunakan pendekatan perkiraan, yaitu memilih aktivitas-aktivitas yang paling mahal dan mengalokasikan biaya dari aktivitas-aktivitas lainnya dalam kelompok yang jumlahnya sudah dikurangi dalam proporsi yang sesuai dengan biaya awalnya.

Chapter 2 and Chapter 3 -- Basic Management Accounting Concepts and Activity Cost Behavior



Biaya adalah kas atau setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan member manfaat saat ini atau di masa depan bagi organisasi. Biaya dikatakan setara kas apabila sumber nonkas dapat ditukar dengan barang atau jasa yang diinginkan. Manajer harus memahami apa yang dimaksud dengan biaya dalam akuntansi manajerial. Sebagai contoh adalah biaya peluang (opportunity cost) yaitu biaya manfaat yang dikorbankan ketika suatu alternatif dipilih dari alternatif lainnya. Biaya dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat dimasa depan. Pada perusahaan yang berorientasi laba (profit-oriented), manfaat masa depan biasanya berarti pendapatan. Ketika biaya telah dihabiskan masanya dalam proses yang kemudian menghasilkan pendapatan, biaya tersebut dikatakan expense. Karena biaya dan harga berkaitan dalam pengertian bahwa harga harus melebihi biaya agar mendapatkan laba, manajer harus mengetahui jenis biaya dan berbagai tren biaya untuk dapat menentukan harga. 

Sistem akuntansi manajemen dibuat untuk mengukur dan membebankan biaya pada entitas yang disebut sebagai objek biaya. Objek biaya dapat berupa produk, pelanggan, departemen, proyek, aktivitas, dan lain-lain yang digunakan untuk mengukur dan membebankan biaya. Pembebanan biaya secara akurat pada objek biaya sangatlah penting. Keakuratan tidak dievaluasi berdasarkan pengetahuan tentang biaya yang sebenarnya. Keakuratan adalah sebuah konsep yang relative yang harus dilakukan secara logis dan wajarterhadap penggunaan metode pembebanan biaya. Tujuannya adalah mengukur dan membebankan biaya dari sumber daya yang dikonsumsi objek. Pembebanan biaya yang terdistorsi dapat menghasilkan keputusan yang salah dan evaluasi yang buruk. 

Hubungan antara biaya dan objek biaya harus diketahui untuk membantu meningkatkan keakuratan pembebanan biaya. Biaya dapat berkaitan dengan objek biaya secara langsung maupun tidak langsung. Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri dengan mudah sebagai objek biaya. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang dapat ditelusuri dengan mudah sebagai objek biaya. Ditelusuri berarti biaya dapat diketahui layak secara ekonomi. Keterlusuran adalah unsur utama dalam pengembangan pembebanan biaya yang akurat. 

Ketelusuran berarti biaya dapat dibebankan dengan mudah dan akurat, sedangkan penelusuran (tracking) berarti pembebanan actual biaya pada obejek biaya dengan menggunakan ukuran yang dapat diamati atas sumber daya yang digunakan atau dikonsumsi terhadap objek. Penelusuran biaya terhadap objek dapat dilaksanakan dengan dua cara, penelusuran langsung (direct tracing) atau penelusuran penggerak (driver tracing). Penelusuran langsung atau direct tracing ini adalah suatu proses pengidentifikasian dan pembebanan biaya yang berkaitan langsung terhadap objek. Penelusuran ini dilakukan melalui pengamatan secara fisik. Penelusuran penggerak atau driver tracing adalah penggunaan penggerak untuk membebankan biaya pada objek biaya. Di dalam konteks pembebanan biaya, penggerak adalah faktor penyebab yang dapat diamati yang mengukur konsumsi sumber daya objek biaya. Penggerak adalah factor yang menyebabkan perubahan dalam penggunaan sumber daya dan memiliki hubungan sebab akibat dengan biaya yang berhubungan dengan objek biaya. 

Biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan pada objek-objek biaya, baik dengan menggunakan penelusuran langsung maupun penggerak. Pembebanan biaya tidak langsung ini disebut biaya alokasi. Karena tidak terdapat hubungan sebab akibat, pengalokasian biaya ini didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu yang berhubungan. 

Dari ketiga metode tersebut, penelusuran langsung merupakan metode yang paling akurat. Metode ini bergantung pada hubungan sebab akibat yang dapat diamati secara fisik. Penelusuran penggerak bergntung pada factor-faktor sebab akibat, yaitu penggerak untuk membebankan biaya pada objek. Keakuratan penelusuran penggerak bergantung pada kualitas hubungan sebab akibat tersebut. 

Salah satu tujuan utama system manajemen biaya adalah perhitungan harga pokok produk untuk pelaporan keuangan. Dalam perhitungan harga pokok produk ini, konvensi menyatakan biaya dapat diklasifikasikan menurut tujuan khusus atau fungsi yang hendak dicapai. Biaya dikelompokkan menjai dua jenis, biaya produksi dan biaya nonproduksi. Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan produk atau penyediaan jasa, sedangkan biaya nonproduksi adalah biaya yang berkaitan dengan fungsi desain, pengembangan, pemasaran, distribusi, layanan pelanggan, dan administrasi umum. 

Untuk barang berwujud, biaya produksi dan nonproduksi sering disebut sebagai biaya manufaktur dan biaya nonmanufaktur. Biaya produksi dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead. 

1. Bahan Langsung (Direct Material) 
Bahan langsung adalah bahan yang dapat ditelusuri secara langsung pada barang atau jasa yang sedang diproduksi. Biaya ini dapat langsung dibebankan pada produk karena pengamatan secara fisik dapat digunakan untuk mengukur kuantitas yang dikonsumsi setiap produk. Bahan yang menjadi bagian produk berwujud atau bahan yang digunakan dalam penyediaan jasa umumnya diklasifikasikan sebagai bahan langsung. 

2. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor) 
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang dapat ditelusuri secara langsung pada barang atau jasa yang sedang diproduksi. Seperti halnya bahan langsung, pengamatan secara fisik dapat digunakan dalam mengukur kuantitas karyawan yang terlibat dalam memproduksi suatu produk dan jasa. 

3. Overhead 
Semua biaya produksi selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung dikelompokkan dalam satu kategori yang disebut overhead. Pada perusahaan manufaktur, overhead dikenal juga sebagai beban pabrik atau overhead manufaktur. Kategori biaya overhead memuat berbagai hal. Selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung, banyak masukan yang diperlukan untuk membuat produk. 

4. Biaya Utama dan Konversi 
Kombinasi dari berbagai biaya produksi mengarah pada konsep biaya utama dan biaya konversi. Biaya utama adalah jumlah dari biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan biaya konversi adalah jumlah dari biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Biaya konversi ini dapat diinterpretasikan sebagai biaya untuk mengonversi bahan baku menjadi produk akhir. 

5. Biaya Penjualan dan Administrasi 
Biaya nonproduksi terdiri atas dua kategori umum, biaya penjualan dan biaya administrasi. Untuk pelaporan keuangan eksternal, biaya penjualan dan administrasi disebut biaya yang tidak dapat diinventarisasi atau biaya periode. Biaya yang tidak dapat diinventarisasi ini dibebankan pada periode waktu terjadinya. 

Perilaku biaya adalah istilah umum untuk mendeskripsikan apakah biaya berubah seiring dnegan perubahan keluaran. Biaya-biaya bereaksi pada perubahan keluaran dengan berbagai cara. Tiga jenis biaya yang umum diketahui, biaya tetap, biaya variable, dan biaya campuran. 

Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap sama ketika keluaran (output) berubah. Lebih jelasnya, biaya tetap adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstan dalam rentang yang relevan ketika tingkat keluaran aktivitas berubah. Rentang relevan adalah rentang keluaran (output) dimana asumsi hubungan biaya berlaku. 

Sementara biaya tetap tidak berubah saat terjadi perubahan keluaran (output), biaya variable berubah sesuai dengan perubahan keluaran. Biaya variable adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan bervariasi secara proporsional terhadap perubahan keluaran. Jadi, biaya variable naik ketika keluaran naik dan akan turun ketika keluaran turun. Biaya variable dapat juga dinyatakan dengan persamaan linier. Jumlah biaya variable bergantung pada tingkat penggerak. Hubungan ini dapat dideskripsikan sebagai jumlah biaya variable sama dengan biaya variable per unit dikali jumlah unit. 

Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variable. Misalnya bentuk gaji atau upah karyawan yang memiliki gaji tetap dan tambahan komisi penjualan apabila ia berhasil menjual tiap unit produknya. Persamaan linier untuk biaya campuran adalah biaya tetap ditambah jumlah biaya variable. 

Mengklasifikasikan biaya sesuai perilaku dapat dengan menentukan batasan waktu. Penentuan suatu biaya merupakan biaya tetap atau biaya variable bergantung pada batasan waktu. Menurut ilmu ekonomi, dalam jangka panjang, semua biaya adalah variable. Dalam jangka pendek, paling tidak satu biaya adalah tetap. 

Setiap aktivitas memerlukan sumber daya untuk menyelesaikan tugas yang harus dilakukan. Sumber daya dapat berupa bahan baku, energy atau bahan bakar, tenaga kerja ataupun modal. Masukan-masukan ini ddigabungkan untuk memproduksi suatu keluaran. Ukuran yang baik untuk keluaran adalah jumlah perpindahan. Semakin banyak perpindahan yang dilakukan, semakin tinggi biaya pemindahan. Oleh karena itu, dapat dikatakan jumlah perpindahan adalah ukuran keluaran yang baik bagi aktivitas pemindahan bahan baku. 

Penggerak tingkat nonunit menjelaskan perubahan dalam biaya ketika faktor-faktor lain berubah. Sebagai contoh, penyetelan adalah aktivitas tingkat nonunit. Setiap kali pabrik mengentikan proses produksi suatu produk untuk mengatur lini produksi agar dapat memproduksi produk lain. Dalam system biaya berdasarkan fungsi, perilaku biaya diasumsikan hanya dideskripsikan oleh penggerak tingkat unit dan nonunit. Oleh karena itu system ABC menghasilkan pandangan yang lebih akurat terhadap perilaku biaya dibanding sistem berdasarkan fungsi. 

Somebody That I Used To Know


#this song is dedicated to my one that I used to know, hahahaa


Gotye feat. Kimbra

Now and then I think of when we were together
Like when you said you felt so happy you could die
Told myself that you were right for me
But felt so lonely in your company
But that was love and it's an ache I still remember

You can get addicted to a certain kind of sadness
Like resignation to the end, always the end
So when we found that we could not make sense
Well you said that we would still be friends
But I'll admit that I was glad it was over

But you didn't have to cut me off
Make out like it never happened and that we were nothing
And I don't even need your love
But you treat me like a stranger and I feel so rough
No you didn't have to stoop so low
Have your friends collect your records and then change your number
I guess that I don't need that though
Now you're just somebody that I used to know

Now you're just somebody that I used to know
Now you're just somebody that I used to know

Now and then I think of all the times you screwed me over
Part of me believing it was always something that I'd done
But I don't wanna live that way
Reading into every word you say
You said that you could let it go
And I wouldn't catch you hung up on somebody that you used to know

But you didn't have to cut me off
Make out like it never happened and that we were nothing
And I don't even need your love
But you treat me like a stranger and I feel so rough
And you didn't have to stoop so low
Have your friends collect your records and then change your number
I guess that I don't need that though
Now you're just somebody that I used to know

Somebody
I used to know
Somebody
Now you're just somebody that I used to know

I used to know
That I used to know
I used to know
Somebody...

(Again) My Writing Assignment


--really, this article is only my imagination


It was a valentine day. My boyfriend and I cooked some cupcakes and some bars of chocolate together. At nine in the morning, he picked me up at my home. We wanted to buy some ingredients for our cake and chocolate at the supermarket in one of the mall at my city. Unfortunately, the supermarket still closed. It opened at ten o’clock. So we spent about one hour for waited until it opened. We sat at the chair in front of the supermarket and had a chat. Because it was a valentine day, we talked about ourselves and our relationship. It was great. He made me knew how much he loved me. And I loved him also. 

We entered the supermarket when it opened. We looked for the ingredients we needed. We bought some packs of compound chocolate. We also bought white and pink fondants. After we paid them all, we went back to my home. We prepared the kitchen equipment for cooked some cupcakes and some bars of chocolate. We boiled some water. We chopped the compound chocolate and steamed it in the boiled water. For the fondants, we sliced it depend on the size of the cupcakes. We made five cups cake. 

Because my boyfriend didn't really like cook, he just helped me a little. He watched me cooked those cake and chocolate and gave me support. He said that he would help me to eat the cake and chocolate. That statement made me smile. Oh, how much I loved him. After my cupcakes and chocolate were ready to served, we ate them together.

My Writing Assignment "Simple Future Tense"


#this article is only my imagination

List of idea:
  • In 2005, Yogyakarta will be an independent country. 
  • Sri Sultan HB X will be the president and Paku Alam IX will be the vice president. 
  • It will have its own national-sign, such as flag, currency, and others. 
  • Everyone should have pasport if they will visit Yogyakarta. 


In 2025, Yogyakarta will be an independent country. Yogyakarta will be a small and peace country. It will not be a part of Indonesia anymore. It happen because of Indonesia does not appreciate the speciality of Yogyakarta. So, Yogyakarta decide to make an independent country. All people in Yogyakarta will support its plan of become an independent country. 

Sri Sultan HB X will be the president and Paku Alam IX will be the vice president. Yogyakarta will have five province, Kota Yogya, Bantul, Sleman, Kulon Progo, and Gunung Kidul. Kota Yogya will be the capital city of Yogyakarta. Sleman will be the economics center. Bantul and Kulon Progo will be the agricultural center. And the Gunung Kidul province will be the tourism centre. 

Yogyakarta will have its own national-sign. The national-flag will be a Hobo flag. It will have currency named “sen”. One rupiah will have same count with 100 “sen”. So, if you buy something for 1000 rupiah, it will have same price as 100.000 “sen”. The main language in Yogyakarta will be Javanese language. This language will be written in Aksara Jawa. 

Everyone should have pasport if they will visit Yogyakarta. They will visit Gunung Kidul as the tourism centre. It because Gunung Kidul has many beautiful karst tourism such as beach and cave. Siung Beach and Indrayanti Beach will be the most visited beach. For the cave, Pindul Cave will be the favorite one. It will increase the foreign income for Yogyakarta. 

Minggu, 08 April 2012

Chapter 1 - The Role, History and Direction of Management Accounting


Manajer, pekerja dan eksekutif menggunakan informasi akuntansi manajemen untuk mengidentifikasi suatu masalah, memecahkannya dan mengevaluasi kinerjanya. Informasi akuntansi manajemen membantu manajer menjalankan perannya dalam perencaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Adapun sistem akuntansi manajemen mempunyai tujuan: 

1. Menyediakan informasi untuk perhitungan biaya yang ditentukan oleh manajemen. 
2. Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. 
3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. 

Aktivitas perencanaan adalah formulasi dari kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Perencanaan ini memerlukan penetapan tujuan dan pengidentifikasian metode untuk mencapai tujuan tersebut. Pengendalian adalah aktivitas managerial untuk memonitor atau mengontrol terlaksananya perencaan dan melakukan berbagai perbaikan apabila diperlukan. Pengendalian ini biasanya dilakukan dengan sistem feedback. Sistem feedback ini mereview apakah diperlukan perbaikan atau pengevaluasian dalam langkah-langkah yang terdapat pada perencanaan. Sedangkan dalam pengambilan keputusan, sistem informasi akuntansi manajemen menyediakan informasi untuk memudahkan proses pengambilan keputusan. 

Akuntansi manajemen berbeda dengan akuntansi keuangan dalam beberapa hal. Informasi akuntansi manajemen ditujukan untuk pengguna internal dan informasi akuntansi keuangan ditujukan untuk pengguna eksternal. Karena sistem akuntansi manajemen menghasilkan informasi untuk pengguna internal, sistem akuntansi manajemen dapat disebut dengan akuntansi internal. Akuntansi manajemen mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasikan dan melaporkan informasi yang bermanfaat bagi pengguna internal dalam merencanakan, mengendalikan, dan mengambil keputusan. Sedangkan sistem informasi akuntansi keuangan berhubungan dengan penyediaan informasi bagi pengguna eksternal dengan penggunakan kegiatan ekonomi sesuai dengan standar. Tujuan umumnya adalah menyusun laporan keuangan bagi investor, kreditor, dan pengguna eksternal lainnya. Informasi ini digunakan untuk keperluan seperti keputusan investasi oleh investor, evaluasi dan pemonitoran. Akuntansi keuangan bisa disebut akuntansi eksternal. 

Sejarah singkat akuntansi manajemen berawal dari prosedur perhitungan biaya produk dan akuntansi manajemen antara tahun 1880 hingga tahun 1925. Pada era tersebut, akuntan menelusuri tingkat laba perusahaan ke tiap produk dan menggunakan informasi ini untuk pengambilan keputusan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, muncul lah pendekatan perhitungan biaya persediaan dan mengalokasikan biaya manufaktur ke produk agar biaya persediaan dapat dilaporkan kepada pengguna eksternal laporan keuangan perusahaan. Namun kemunculan pendekatan perhitungan biaya ini dewasa ini sudah tidak relevan. Praktik-praktik akuntansi manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan manajerial. Beberapa pihak mengatakan sistem informasi akuntansi manajemen ini tidak mampu banyak berkontribusi dalam pengambilan keputusan manajerial. Diperlukan perhitungan biaya produk dan sumber daya lainnya yang lebih akurat. 

Akuntansi manajemen harus menyediakan informasi yang memungkinkan manajer mengambil keputusan yang terkait dengan nilai bagi konsumen, manajemen kualitas total dan persaingan berdasarkan waktu. Berdasarkan hal tersebut, sistem informasi akuntansi manajemen berfokus kepada: 

1. Manajemen berdasarkan aktivitas. 
Manajemen berdasarkan aktivitas adalah suatu pendekatan yang terintegrasi di seluruh sistem yang memfokuskan perhatian manajemen pada level aktivitas yang dilakukan yang bertujuan meningkatkan nilai bagi konsumen dan laba bagi produsen. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dapat meningkatkan keakuratan pengalokasian biaya, dengan menelusuri biaya berbagai aktivitas. 

2. Orientasi pada pelanggan (konsumen). 
Manajemen berdasarkan aktivitas bertujuan meningkatkan nilai pelanggan dengan cara mengelola aktivitas. Nilai bagi pelanggan adalah fokus utama karena perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing. Manajemen akan menciptakan nilai yang lebih baik bagi pelanggan dengan biaya yang sama atau lebih rendah dari kompetitor. Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara apa yang diterima dengan apa yang pelanggan berikan. Meningkatkan nilai bagi pelanggan berarti meningkatkan realisasi bagi pelanggan. 

3. Perspektif lintas fungsional. 
Penngelolaan rantai nilai berarti akuntan manajemen harus memahami banyak fungsi bisnis, mulai dari manufaktur, pemasaran, distribusi hingga pelayanan kepada konsumen. Manajemen berdasarkan aktivitas telah bergerak dari definisi biaya manufaktur tradisional ke biaya manufaktur modern. Biaya produk ini mencakup biaya desain awal, biaya manufaktur, biaya distribusi, biaya penjualan dan biaya pelayanan. Seseorang yang mengerti tentang pergeseran definisi biaya dari jangka pendek ke biaya jangka panjang dapat menjadi sangat bernilai dalam penentuan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan. Perspektif lintas fungsional ini memungkinkan manajer melihat dalam kerangka yang lebih luas. Pandangan yang lebih luas ini dapat meningkatkan kualitas, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan internal maupun eksternal dan meningkatkan efisiensi. 

4. Manajemen Kualitas Total 
Manajemen kualitas total adalah saat dimana perusahaan berusaha menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan pekerjanya menghasilkan produk yang sempurna (zero defect). Penekanan total pada kualitas juga telah menciptakan kebutuhan akan adanya suatu sistem akuntansi manajemen yang menyediakan informasi keuangan dan nonkeuangan tentang kualitas. Pengukuran dan pelaporan biaya kualitas adalah esensi dari sistem akuntansi manajemen bagi industry manufaktur dan jasa. Sistem akuntansi manajemen harus mampu menyediakan informasi operasional dan keungan melalui kualitas, termasuk informasi mengenai jumlah produk yang cacat (defect product), laporan biaya kualitas, dan lapran kinerja biaya kualitas. 

5. Waktu sebagai elemen persaingan. 
Waktu adalah elemen terpenting dalam semua tahap rantai nilai. Perusahaan-perusahaan kelas dunia merencanakan agar mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pasar dengan cara memperpendek siklus desain, implementasi atau produksi. Perusahaan-perusahaan ini mengirim produk atau jasanya dengan benar-benar memperhatikan waktu. Mereka memilih mengeliminasi penggunaan-penggunaan waktu yang kurang penting yang tidak bernilai kepada pelanggan. Tetapi, pengurangan waktu ini tidak menganggu kualitas yang ada pada produk atau jasa tersebut. 

6. Efisiensi 
Kualitas dan waktu merupakan hal yang penting, tetapi peningkatan dimensi tersebut tanpa peningkatan laba akan membuat kinerja menjadi sia-sia, atau bahkan fatal. Meningkatkan efisiensi juga merupakan hal yang penting. Pengukuran efisiensi financial dan nonfinansial diperlukan. Biaya adalah ukuran kritis. Tren dalam biaya sepanjang waktu dan perubahan produktivitas dapat menjadi ukuran penting atas efektivitas keputusan perbaikan berkelanjutan. Biaya harus ditetapkan, diukur dan dialokasikan secara tepat agar pengukuran efisiensi menjadi bernilai 

Akuntan manajeman bertanggung jawab mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, menganalisis, menyiapkan, menginterpretasikan dan mengkomunikasikan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan (profit) organisasi. Mereka biasanya terlibat secara dekat dalam proses manajemen sebagai anggota penting dari tim manajemen. Akuntan manajemen harus mendukung manajemen dalam semua tahap pengambilan keputusan. Sebagai ahli dalam akuntansi, mereka harus siap mengikuti perkembangan bisnis terbaru, serta memahami kebiasaan dan praktik dari semua negara tempat perusahaan mereka beroperasi. Mereka diharapkan memiliki pengetahuan tentang lingkungan hokum dari bisnis, khususnya mengenai Sarbanes-Oxley tahun 2002. 

Terdapat tiga jenis sertifikasi yang tersedia bagi akuntan manajemen. Tiga jenis sertifikasi tersebut adalah CMA, CPA, dan CIA. CMA adalah sertifikasi yang di desain khusus bagi akuntan manajemen. Salah satu tujuan utama CMA adalah membuat akuntansi manajemen menjadi disiplin ilmu yang diakui, professional, dan terpisah dari akuntansi publik. CPA adalah sertifikasi yang paling terkenal dalam akuntansi. CPA menyediakan kualifikasi bagi auditor eksternal yang menyediakan jaminan tentang kehandalan laporan keuangan perusahaan. Terakhir, CIA ditujukan pada akuntan auditor internal perusahaan.